Instrumen debit dan tekanan, tangki tekan, dan proteksi kelistrikan unit RO
Unit osmosis balik (RO) berpompa diawasi dan dilindungi oleh sedikit komponen: pengukur debit di jalur permeat dan buangan, manometer di titik kritis, tangki tekan berkantong, sakelar tekanan rendah dan tinggi, solenoid, dan rangkaian interlock dengan pembumian serta pengaman arus sisa. Bab ini menghitung recovery dari dua pengukur debit, beda tekanan prafilter dari bacaan pompa mati dan jalan, kapasitas efektif tangki tekan dari hukum Boyle dengan tekanan mutlak, dan arus beban pompa dibanding rating sakelar, semuanya dengan angka lapangan. Pengujian dilakukan tanpa jumper dan tanpa kerja bertegangan; enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Sebuah unit osmosis balik (RO) bertangki di rumah makan mulai hidup-mati sendiri setiap beberapa menit, padahal tidak ada yang membuka keran. Pada saat yang sama, pelanggan mengeluh air di keran cepat habis dan mengalir lemah. Teknisi pertama mengganti pompa. Keluhan tetap ada. Teknisi kedua memeriksa tangki saat kosong dan menemukan tekanan udaranya hampir nol, lalu memeriksa katup searah di jalur permeat yang ternyata bocor balik. Dua komponen murah itu menjelaskan semua gejala.
Bab ini membahas komponen yang membuat unit dapat dibaca dan dilindungi: instrumen debit dan tekanan, tangki tekan, sakelar tekanan dan solenoid, serta rangkaian kelistrikannya. Setiap rumus dihitung dengan angka lapangan.
Batas pembahasan
Pengukur debit di jalur permeat dan buangan, manometer dan letaknya, tangki tekan berkantong, sakelar tekanan rendah (LPS) dan tinggi (HPS), solenoid air masuk dan bilas, interlock seri, arus beban terhadap rating sakelar, serta pembumian dan pengaman arus sisa dibahas di sini. Logika kendali pompa dengan sakelar proses ada di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali; kerja aman listrik, pemutusan, dan penguncian di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali; tipe dan lokasi wajib RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali. Katup penurun tekanan (PRV) dan palu air ada di bab Proteksi tekanan pada instalasi RO; pola gejala untuk diagnosis di bab Normalisasi data kinerja dan diagnosis sistem RO.
Pengukur debit dan recovery
Pengukur debit luas variabel (rotameter) adalah tabung tegak berbentuk kerucut berisi pelampung. Makin besar debit, makin tinggi pelampung naik, dan debit dibaca langsung dari skala tanpa catu daya. Sumber pemilik menyarankan rotameter dipasang di jalur permeat dan jalur buangan sekaligus, sehingga recovery dapat dibaca setiap saat. Kabinet contoh hanya punya pengukur debit di jalur permeat; debit buangannya diukur dengan gelas ukur selama satu menit di luar siklus bilas.
Recovery dan faktor pemekatan konsentrat:
debit permeat dan debit buangan (L/menit), recovery (pecahan), dan FP faktor pemekatan untuk rejeksi tinggi.
Bila pengukur permeat membaca 2,1 L/menit dan buangan 2,1 L/menit, , FP = 2,0. Bila buangan 4,9 L/menit: , FP ≈ 1,43. Sumber pemilik menafsirkan buangan 4,0 L/menit atau lebih pada permeat 2,1 L/menit (recovery sekitar 34% atau kurang) sebagai tanda katup konsentrat terlalu terbuka atau solenoid bilas bocor. Pembacaan diambil setelah unit berproduksi stabil, bukan saat solenoid bilas terbuka, karena debit buangan saat bilas jauh lebih besar dan recovery akan terlihat terlalu rendah.
Manometer dan beda tekanan
Manometer tabung Bourdon berisi gliserin dipasang di titik kritis: sebelum dan sesudah prafilter, serta di masuk dan keluar membran. Isian cairan meredam getar jarum akibat denyut pompa diafragma, sehingga jarum dapat dibaca. Pada kabinet contoh, manometer tekanan kerja terpasang setelah tiga prafilter dan sebelum pompa. Bacaannya kira-kira tekanan PDAM dikurangi rugi prafilter, sekitar 2,5 bar saat produksi normal di unit lapangan acuan, dan tidak menunjukkan tekanan membran. Manometer buangan membaca jalur konsentrat; bila terpasang sebelum katup konsentrat, bacaannya diperkirakan 4,5–5,5 bar, dan bila sesudah katup mendekati nol.
Rugi prafilter dibaca dari dua bacaan manometer tekanan kerja:
Sebagai contoh, bacaan 2,8 bar saat pompa mati dan 2,5 bar saat jalan memberi 0,3 bar. Bacaan 2,8 dan 1,5 bar memberi 1,3 bar, jauh di atas ambang awal 0,5 bar di atas baseline yang dipakai sumber pemilik, sehingga prafilter diperiksa. Bila bacaan saat pompa mati sudah di bawah sekitar 1 bar, masalahnya di pasokan, bukan di prafilter.
Letak manometer buangan diperiksa dengan uji seperempat putaran: katup konsentrat diputar sedikit ke arah menutup, tidak sampai tertutup penuh, sambil jarum diamati. Jarum yang naik berarti manometer berada sebelum katup. Katup dikembalikan ke posisi bertanda semula.
Manometer di masuk dan keluar membran, yang disarankan sumber pemilik, memberi satu angka lagi: rugi tekan sepanjang elemen, . Misalkan manometer masuk membran membaca 5,5 bar dan manometer buangan sebelum katup 5,0 bar; rugi tekannya 0,5 bar, dan separuhnya, sekitar 0,25 bar, masuk ke persamaan NDP sebagai . Angka ini dicatat di baseline. Bila kemudian naik ke 0,6 bar pada debit yang sama, rugi tekan naik 20%, dan bab Normalisasi memakai kenaikan seperti ini sebagai tanda feed spacer mulai tersumbat.
Tangki tekan berkantong
Tangki tekan menyimpan permeat di dalam kantong karet, dan di luar kantong ada udara yang diisi lebih dulu (prapengisian). Saat permeat masuk, udara itu termampatkan; saat keran dibuka, udara mendorong air keluar tanpa pompa harus menyala. Sumber pemilik memberi tekanan prapengisian 7–8 psi, diukur saat tangki kosong, dan kapasitas efektif hanya sekitar 60–70% volume total.
Angka 60–70% itu dapat diturunkan dari hukum Boyle untuk proses isotermal, dengan tekanan mutlak:
Saat tangki kosong, udara mengisi seluruh volume tangki pada tekanan prapengisian mutlak . Saat tangki terisi sampai tekanan maksimum mutlak , volume udara tinggal . Sisanya adalah air yang dapat keluar sampai tekanan kembali ke prapengisian:
Tekanan mutlak sama dengan tekanan manometer ditambah sekitar 1,013 bar. Prapengisian 7 psi setara sekitar 0,48 bar manometer, atau 1,50 bar mutlak. Tekanan maksimum tangki ditentukan oleh titik putus HPS atau katup penutup otomatis unit, dan sumber pemilik tidak mencantumkannya. Untuk beberapa nilai:
| (bar manometer) | mutlak (bar) | Bagian volume yang dapat keluar |
|---|---|---|
| 2,0 | 3,01 | |
| 3,0 | 4,01 | |
| 4,0 | 5,01 |
Rentang 60–70% di sumber pemilik sesuai dengan tekanan maksimum sekitar 2,8–4 bar. Tangki 12 L pada 3 bar mengeluarkan sekitar L. Bila tekanan manometer dipakai langsung tanpa ditambah tekanan atmosfer, hasilnya , terlalu besar.
Prapengisian yang salah setel mengubah angka itu. Prapengisian 1,0 bar pada 3 bar memberi , sehingga tangki 12 L hanya mengeluarkan sekitar 6 L. Prapengisian yang hilang sama sekali membuat air di akhir pengambilan keluar tanpa dorongan, dan kantong yang bocor membuat tangki terisi air di kedua sisi. Keduanya memperpendek siklus pompa.
Prapengisian diperiksa dengan pengukur tekanan ban pada pentil tangki, setelah pasokan ditutup dan tangki dikosongkan melalui keran. Bila yang keluar dari pentil adalah air, kantong sudah bocor dan tangki diganti.
Air permeat tidak membawa sisa klor, karena klor sudah diserap tahap karbon sebelum membran. Air yang diam di tangki tanpa pengambilan berhari-hari dapat ditumbuhi bakteri dan biofilm. Tangki yang lama tidak dipakai dikuras sebelum air diminum lagi. Sanitasinya ada di bab Prapengolahan, pembersihan, sanitasi, dan pengawetan membran RO.
Sakelar tekanan dan solenoid
LPS dipasang di sisi masuk dan menghentikan pompa bila pasokan air hilang, agar pompa tidak berjalan kering. Kontaknya terbuka tanpa tekanan dan menutup di atas titik setelnya. Pada sakelar umum, titik putusnya sekitar 0,15–0,35 bar (putus sekitar 2,3 psi, sambung sekitar 5 psi). LPS mendeteksi air ada atau tidak, bukan tekanan yang sedikit kurang.
HPS membaca tekanan sisi permeat atau tangki. Kontaknya tertutup dalam keadaan biasa dan membuka saat tekanan mencapai titik setel, sehingga pompa berhenti ketika tangki penuh atau keran ditutup. Solenoid air masuk membuka saat pompa jalan dan menutup saat berhenti, sehingga air PDAM tidak terus mengalir ke pembuangan saat unit diam. Solenoid bilas membuka jalur konsentrat penuh menurut jadwal; manual kabinet contoh menetapkan 1 menit 30 detik saat dinyalakan, 8 detik setelah tangki penuh, dan 1 menit 30 detik setiap 7,5 jam operasi.
Kasus pembuka mempunyai jalur lain. Katup searah di jalur permeat menahan air tangki agar tidak kembali ke membran. Bila klapnya aus, tekanan tangki bocor balik, HPS menyambung lagi, dan unit hidup-mati sendiri; air buangan juga tetap menetes saat unit mati.
Interlock seri dan arus beban
Pada panel komersial 220 VAC, tombol henti darurat (tertutup normal), LPS, dan HPS disambung seri ke koil kontaktor. Kontak bantu kontaktor menyambung pompa dan solenoid air masuk; timer menggerakkan solenoid bilas. Bila salah satu kontak seri terbuka (pasokan hilang, tangki penuh, atau tombol darurat ditekan), koil kehilangan tegangan dan pompa berhenti. Sakelar tekanan hanya membawa arus koil, bukan arus pompa. Pada unit rumah tangga 24 VDC, LPS dan HPS umumnya disambung seri langsung ke pompa tanpa kontaktor. Logika ini sama dengan rangkaian kendali pompa dengan sakelar proses di Bab 58 · Kelistrikan & Kendali.
Sambungan langsung hanya boleh bila arus pompa berada di bawah rating kontak sakelar. Untuk arus searah:
arus (A), daya listrik pompa (W), dan tegangan (V). Untuk motor arus bolak-balik, arus sebenarnya lebih besar daripada karena faktor daya, dan arus saat motor mulai berputar lebih besar lagi daripada arus kerjanya.
Manual kabinet contoh mencantumkan 48, 54, 96, atau 110 W. Pompa 48 W pada 24 VDC menarik A; pompa 110 W pada 24 VDC menarik A. Daya yang sama pada 220 V hanya sekitar A sebelum faktor daya. Tegangan rendah berarti arus besar: sakelar tekanan yang cukup untuk 0,5 A belum tentu tahan 4,6 A. Rating kontak dibaca dari badan sakelar; bila arus pompa melebihinya, sakelar mengendalikan relai atau kontaktor, bukan pompa langsung.
Pembumian dan pengaman arus sisa
Badan logam pompa, panel, dan rel DIN disambung ke konduktor pembumian (PE). Sumber pemilik menyarankan pengaman arus sisa (RCBO atau RCD) 30 mA pada sirkuit yang dekat air. Pengaman arus lebih (MCB) dan RCD menjalankan fungsi yang berbeda: MCB memutus arus lebih dan hubung pendek, RCD memutus bila ada arus yang bocor ke bumi, termasuk lewat tubuh orang. Yang satu tidak menggantikan yang lain. Tipe, sensitivitas, dan lokasi wajib RCD menurut PUIL 2020 dibahas di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali. Panel komersial dapat dilengkapi voltmeter dan amperemeter untuk memantau tegangan suplai dan arus pompa.
Pekerjaan di dalam panel dilakukan dalam keadaan tanpa tegangan: MCB dimatikan, ketiadaan tegangan diperiksa dengan alat uji, dan pemutusan diamankan menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali. Fungsi LPS diuji dengan menutup keran pasokan dan mengamati pompa berhenti; fungsi HPS diuji dengan menutup keran permeat atau membiarkan tangki penuh. Kedua uji itu tidak memerlukan pelepasan kabel atau jumper, dan tidak ada jumper yang boleh tertinggal di panel.
Contoh kerja
Kasus pembuka diperiksa dengan data berikut. Pasokan ditutup dan tangki 12 L dikosongkan; pentil membaca 0,1 bar. Setelah prapengisian dikembalikan ke 0,5 bar dan unit berjalan, HPS memutus pada tekanan tangki 3,0 bar. Pompa unit 110 W pada 24 VDC disambung langsung lewat LPS dan HPS; badan sakelar bertuliskan 3 A.
Langkah 1: kapasitas tangki sebelum perbaikan. Dengan prapengisian 0,1 bar (1,11 bar mutlak): , sekitar 8,7 L. Volumenya besar, tetapi air di akhir pengambilan keluar dengan tekanan yang sangat rendah, sehingga keran terasa lemah begitu tangki mulai berkurang.
Langkah 2: kapasitas setelah perbaikan. Dengan 0,5 bar (1,51 bar mutlak): , sekitar 7,5 L, dikeluarkan dengan tekanan antara 3,0 dan 0,5 bar.
Langkah 3: hidup-mati sendiri. Prapengisian tidak menyebabkan unit hidup tanpa ada pengambilan. Penyebabnya katup searah yang bocor balik; katup diganti, lalu diperiksa bahwa unit tetap mati selama 30 menit tanpa pengambilan dan air buangan berhenti.
Langkah 4: rating sakelar. Arus pompa A melebihi 3 A. Sakelar dapat terbakar kontaknya. Sambungan diubah agar LPS dan HPS mengendalikan relai yang menyambung pompa, dikerjakan dalam keadaan tanpa tegangan oleh orang yang berwenang.
Langkah 5: recovery. Setelah perbaikan, pengukur permeat membaca 2,1 L/menit dan gelas ukur buangan 2,0 L dalam satu menit: . Angka ini dicatat sebagai baseline.
Langkah 6: panjang siklus pompa. Setelah air diambil, pompa mengisi kembali volume yang dapat dikeluarkan tangki, dan waktu isinya kira-kira . Dengan 7,5 L dan produksi 2,1 L/menit, menit, sehingga pengambilan yang sering hanya membuat pompa hidup beberapa kali per jam. Misalkan kantong bocor dan ruang efektif tangki tinggal sekitar 1 L: pompa hidup sekitar detik setiap kali sedikit air diambil, dan jumlah start pompa naik berlipat. Start yang sering memanaskan motor dan mempercepat aus kontak sakelar, sehingga siklus pendek diperlakukan sebagai gejala yang dicari penyebabnya, bukan sebagai kebiasaan unit.
Contoh kerja lapangan
Contoh di bawah memakai rumus bab ini dengan angka dari sumber bab; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Semua bacaan diambil dari instrumen yang terpasang di luar panel. Pekerjaan di dalam panel atau pada komponen bertekanan mengikuti kondisi berhenti di bawah.
Contoh 1: recovery kabinet RO di dapur hotel. Pengukur permeat kabinet RO di dapur sebuah hotel membaca 2,1 L/menit. Setelah bilas 1 menit 30 detik saat unit dinyalakan selesai, gelas ukur menampung 4,4 L buangan dalam satu menit (angka latihan).
Buangan 4,0 L/menit atau lebih pada permeat 2,1 L/menit menunjuk katup konsentrat yang terlalu terbuka atau solenoid bilas yang bocor. Keduanya diperiksa lebih dulu, sebelum membran dicurigai. Bila setelah perbaikan buangan terukur sekitar 2,1 L/menit, recovery kembali sekitar 0,50, dan angka itu yang dicatat sebagai baseline.
Contoh 2: rugi prafilter unit RO di laundry. Baseline unit RO air minum karyawan sebuah laundry: manometer tekanan kerja 2,7 bar saat pompa mati dan 2,5 bar saat jalan (angka latihan). Pada kunjungan berikutnya bacaannya 2,7 dan 1,7 bar.
Baseline 0,2 bar, sehingga kenaikannya 0,8 bar, di atas ambang 0,5 bar. Bacaan saat pompa mati tidak berubah, jadi yang diperiksa adalah prafilter, dan kartrid baru dilepas setelah pasokan ditutup dan tekanan dibuang (kondisi berhenti butir 5). Bila pada kunjungan lain bacaan saat pompa mati hanya 0,8 bar, masalahnya ada di pasokan; mengganti kartrid tidak menyelesaikannya.
Contoh 3: rugi tekan elemen di instalasi gizi rumah sakit. Unit RO kabinet di instalasi gizi sebuah rumah sakit diberi manometer masuk membran dan manometer buangan sebelum katup konsentrat, seperti disarankan sumber pemilik. Baseline 5,6 dan 5,1 bar; kini 5,6 dan 4,95 bar pada debit permeat dan suhu yang sama (angka latihan).
Rugi tekan sepanjang elemen naik 30%, melewati pemicu kenaikan 15% yang dipakai Bab 7 tentang normalisasi data kinerja RO, dan suku di persamaan NDP naik dari 0,25 menjadi 0,325 bar. Unit dijadwalkan untuk evaluasi dan pembersihan menurut Bab 8 tentang prapengolahan, pembersihan, dan sanitasi membran RO. Rumah membran tidak dibuka sebelum pasokan ditutup dan tekanan dibuang.
Contoh 4: tangki tekan 20 L di pantry hotel. Tangki 20 L di pantry sebuah hotel (angka latihan) diberi prapengisian 8 psi, batas atas rentang sumber pemilik, dan HPS memutus pada 2,8 bar (angka latihan). Prapengisian itu setara sekitar 0,55 bar manometer atau 1,56 bar mutlak, dan 2,8 bar menjadi 3,81 bar mutlak.
Air yang dapat diambil sekitar L, bukan 16 L hasil hitungan dengan tekanan manometer (). Bila staf pantry mengambil 10 L sekaligus, pompa mengisinya kembali dalam sekitar menit. Kebutuhan puncak yang lebih besar daripada 11,8 L dicocokkan dengan Bab 11 tentang jenis unit RO dan cara memilihnya.
Kondisi berhenti
- Tangki tidak menahan prapengisian, atau pentilnya mengeluarkan air: unit tidak dipakai sampai prapengisian dipulihkan atau tangki diganti.
- Arus pompa melebihi rating kontak sakelar yang menyambungnya langsung: unit dihentikan sampai relai atau kontaktor dipasang.
- Badan logam pompa atau panel tidak tersambung ke pembumian, atau RCD tidak memutus saat tombol ujinya ditekan: unit tidak dijalankan.
- Panel perlu dibuka, kabel dilepas, atau sakelar diganti: pekerjaan dilakukan dalam keadaan tanpa tegangan menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, oleh orang yang berwenang. Tidak ada jumper pada LPS, HPS, atau tombol darurat.
- Rumah filter, tangki, atau sambungan perlu dilepas: pasokan ditutup dan tekanan dibuang lebih dulu.
Salah tafsir yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah membaca manometer tanpa mengetahui letaknya. Pada kabinet contoh, manometer tekanan kerja terpasang sebelum pompa, sehingga bacaannya jauh di bawah tekanan membran. Manometer buangan yang membaca nol juga sering dianggap tanda pompa mati, padahal nol adalah bacaan normal bila manometer terpasang sesudah katup konsentrat. Uji seperempat putaran menentukan letaknya sebelum angka apa pun dicatat.
Kesalahan kedua menyangkut tangki tekan. Volume di label dianggap air yang dapat diambil, padahal hanya sekitar 60–70% yang keluar, bergantung pada prapengisian dan tekanan maksimum. Bila hukum Boyle dihitung dengan tekanan manometer, hasilnya terlalu besar; tekanan mutlak wajib dipakai. Unit yang hidup-mati sendiri pun sering disalahkan pada pompa, padahal penyebab yang lebih sering adalah katup searah permeat yang bocor balik atau tangki yang kehilangan prapengisian.
Kesalahan ketiga adalah menganggap LPS sebagai sakelar tekanan masuk minimum. Titik putusnya sekitar 0,15–0,35 bar, sehingga LPS hanya mendeteksi ada atau tidaknya air. Tekanan masuk yang dibutuhkan unit tetap dibaca dari manual dan diukur dengan manometer.
Hubungan dengan bab lain
Bab Recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat RO memakai recovery dan faktor pemekatan yang dibaca di sini. Bab Normalisasi data kinerja dan diagnosis sistem RO memakai bacaan manometer pompa mati dan jalan untuk diagnosis. Bab Proteksi tekanan pada instalasi RO membahas PRV, palu air, dan hukum Boyle untuk udara terjebak. Bab Jenis unit RO dan cara memilihnya memakai kapasitas efektif tangki untuk menutup kebutuhan puncak. Bab 58 · Kelistrikan & Kendali membahas kendali pompa dengan sakelar proses, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali kerja aman listrik, dan Bab 22 · Kelistrikan & Kendali RCD. Bab Komisioning dan perawatan rutin unit RO memakai semua instrumen ini untuk baseline.
Latihan dan pembahasan
- Pengukur permeat membaca 1,8 L/menit dan gelas ukur buangan 5,4 L dalam satu menit di luar siklus bilas. Hitung recovery dan faktor pemekatan, lalu tafsirkan.
- Tangki 8 L diberi prapengisian 7 psi; HPS memutus pada 2,5 bar manometer. Hitung bagian volume dan liter air yang dapat diambil. Hitung juga hasilnya bila tekanan manometer dipakai tanpa tekanan atmosfer.
- Pompa 54 W bekerja pada 24 VDC dan disambung langsung lewat LPS berating 1 A. Hitung arusnya dan putuskan apakah sambungan itu boleh.
- Manometer buangan membaca 0 bar saat pompa jalan. Apa yang diperiksa lebih dulu, dan bagaimana caranya tanpa menutup katup penuh?
- Unit bertangki hidup-mati setiap 30 detik tanpa ada pengambilan. Sebutkan dua penyebab dan cara memeriksanya tanpa membuka bagian bertegangan atau bertekanan.
- Pompa tidak menyala walaupun listrik ada, MCB tidak trip, dan tombol darurat tidak ditekan. Kontak mana di interlock seri yang mungkin terbuka, dan bagaimana mengujinya tanpa jumper?
Kunci jawaban beralasan
- ; FP . Recovery 25% jauh di bawah acuan 50% untuk unit berpompa. Yang diperiksa lebih dulu: posisi katup konsentrat dan kebocoran solenoid bilas, sebelum membran dicurigai.
- 7 psi ≈ 0,48 bar, atau 1,50 bar mutlak; mutlak 3,51 bar. Bagian yang dapat keluar , sekitar 4,6 L dari 8 L. Dengan tekanan manometer, atau 6,5 L, terlalu besar sekitar 2 L.
- A, melebihi 1 A. Sambungan langsung tidak boleh; LPS mengendalikan relai yang menyambung pompa. Arus saat motor mulai berputar lebih besar lagi.
- Letak manometer terhadap katup konsentrat. Katup diputar sedikit ke arah menutup (sekitar seperempat putaran) sambil jarum diamati; bila jarum tidak bergerak, manometer berada sesudah katup dan nol adalah bacaan normal. Katup dikembalikan ke tandanya.
- (a) Katup searah permeat bocor balik: tutup keran pasokan saat unit mati; bila air buangan berhenti dan unit tidak hidup lagi, katup searah atau solenoid air masuk yang bocor, dan isolasinya mengikuti bab Normalisasi. (b) Prapengisian hilang atau kantong bocor: tutup pasokan, kosongkan tangki lewat keran, ukur pentil dengan pengukur tekanan ban.
- LPS terbuka karena pasokan hilang atau prafilter mampet berat, atau HPS terbuka karena tangki penuh atau keran permeat tertutup. LPS diuji dengan membuka keran pasokan dan membaca manometer tekanan kerja saat pompa mati; HPS dengan mengambil air dari keran agar tekanan tangki turun. Bila pompa tetap tidak menyala, rangkaian diperiksa dalam keadaan tanpa tegangan oleh orang yang berwenang.
Referensi
Bab terkait
- Jenis unit RO dan cara memilihnya: bertangki tekan, tanpa tangki, dispenser, dan kabinet berpompaAir & Pengolahan Air · Bab 11
- Recovery, rejeksi, dan neraca konsentrat ROAir & Pengolahan Air · Bab 6
- Normalisasi data kinerja dan diagnosis sistem ROAir & Pengolahan Air · Bab 7
- Proteksi tekanan pada instalasi RO: katup penurun tekanan dan palu airAir & Pengolahan Air · Bab 10
- Prapengolahan, pembersihan, sanitasi, dan pengawetan membran ROAir & Pengolahan Air · Bab 8
- Komisioning dan perawatan rutin unit ROAir & Pengolahan Air · Bab 13
- Kendali pompa, pemanas, dan proses dengan sakelar prosesKelistrikan & Kendali · Bab 58
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- RCD: tipe, sensitivitas, lokasi wajib, dan trip tak diinginkanKelistrikan & Kendali · Bab 22
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Pengukur permeat membaca 1,8 L/menit dan gelas ukur buangan 5,4 L dalam satu menit di luar siklus bilas. Hitung recovery dan faktor pemekatan, lalu tafsirkan.
Tangki 8 L diberi prapengisian 7 psi; HPS memutus pada 2,5 bar manometer. Hitung bagian volume dan liter air yang dapat diambil. Hitung juga hasilnya bila tekanan manometer dipakai tanpa tekanan atmosfer.
Pompa 54 W bekerja pada 24 VDC dan disambung langsung lewat LPS berating 1 A. Hitung arusnya dan putuskan apakah sambungan itu boleh.
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 13.
Urutan baca menurut rak: Air & Pengolahan Air · Bab 11.