# Bab 27: Barisan Monoton dan Teorema Kekonvergenan Monoton ## 27.1 Definisi Barisan Naik dan Turun Monoton Penjelasan master untuk Bab 27: menghubungkan sifat urutan dengan keberadaan limit barisan. Bab 25–26 membuktikan kekonvergenan dengan menebak limitnya lebih dahulu, lalu memeriksa definisi atau memakai teorema aljabar. Untuk banyak barisan penting, misalnya barisan yang didefinisikan secara rekursif atau $(1+\tfrac1n)^n$, limitnya tidak dapat ditebak dalam bentuk tertutup. Bab 27 memberi cara membuktikan bahwa limit ada tanpa mengetahui nilainya: bila barisannya monoton dan terbatas. Unit ini menyiapkan konsep kemonotonan dan teknik untuk memeriksanya. Prasyarat: Bab 24–26; induksi (Bab 7); Teorema 10.2.6; AM-GM (Teorema 10.4.3). ### Definisi #### Definisi 27.1.1 (Barisan Monoton) Barisan $(s_n)_{n\geq m}$ disebut: (a) naik monoton, atau naik, jika $s_{n+1}\geq s_n$ untuk semua $n\geq m$; (b) naik tegas jika $s_{n+1}>s_n$ untuk semua $n\geq m$; (c) turun monoton, atau turun, jika $s_{n+1}\leq s_n$ untuk semua $n\geq m$; (d) turun tegas jika $s_{n+1}0.$$ Suku-sukunya $0,\tfrac12,\tfrac23,\tfrac34,\ldots$. Barisan ini juga terbatas di atas oleh $1$, dan Unit 27.2 menjelaskan mengapa kombinasi ini menjamin kekonvergenan. ### Teknik Memeriksa Kemonotonan #### Proposisi 27.1.4 (Uji Selisih dan Uji Rasio) (a) $(s_n)$ naik jika dan hanya jika $s_{n+1}-s_n\geq0$ untuk semua $n$. (b) Bila $s_n>0$ untuk semua $n$: $(s_n)$ naik jika dan hanya jika $\tfrac{s_{n+1}}{s_n}\geq1$ untuk semua $n$. Versi tegas dan versi turun serupa. Bukti. (a) Definisi. (b) Kalikan atau bagi dengan $s_n>0$. $\square$ Uji rasio cocok untuk barisan yang memuat hasil kali, pangkat, atau faktorial. Uji selisih cocok untuk barisan yang memuat jumlah. #### Contoh 27.1.5 (a) $\tfrac1n$ turun tegas, karena $\tfrac1{n+1}<\tfrac1n$. (b) $c^n$ dengan $01$, $c^n$ naik tegas. (c) $\tfrac n{2^n}$, $n\geq1$: rasionya $\tfrac{n+1}{2n}\leq1$, dengan kesamaan tepat ketika $n=1$. Jadi barisan ini turun, dengan $s_1=s_2=\tfrac12$, dan turun tegas sejak $n=2$. (d) $\tfrac{n!}{n^n}$: rasionya $\tfrac{(n+1)!}{(n+1)^{n+1}}\cdot\tfrac{n^n}{n!}=\bigl(\tfrac n{n+1}\bigr)^n<1$. Jadi barisan ini turun tegas. (e) Jumlah harmonik $H_n$ naik tegas, karena selisihnya $\tfrac1{n+1}>0$. (f) $(-1)^n$ dan $\tfrac{(-1)^n}n$ tidak monoton. Tanda selisihnya bergantian. ### Barisan Rekursif Kemonotonan barisan rekursif biasanya dibuktikan dengan induksi. Pola dasarnya: bila $s_{n+1}=f(s_n)$ dan $f$ naik pada himpunan yang memuat semua suku, maka $s_n\leq s_{n+1}$ mengakibatkan $f(s_n)\leq f(s_{n+1})$, yaitu $s_{n+1}\leq s_{n+2}$. Jadi cukup memeriksa langkah pertama. #### Proposisi 27.1.6 (Rekursi dengan Fungsi Naik) Misalkan $I\subseteq\mathbb{R}$, $f:I\to I$ naik, yaitu $x\leq y$ mengakibatkan $f(x)\leq f(y)$, $s_1\in I$, dan $s_{n+1}=f(s_n)$. (a) Bila $s_1\leq s_2$, maka $(s_n)$ naik. (b) Bila $s_1\geq s_2$, maka $(s_n)$ turun. Bukti. (a) Induksi: $s_1\leq s_2$. Bila $s_n\leq s_{n+1}$, maka $s_{n+1}=f(s_n)\leq f(s_{n+1})=s_{n+2}$. (b) Serupa. $\square$ #### Contoh 27.1.7 ($x_{n+1}=\sqrt{2+x_n}$) Dengan $x_1=1$, $I=[1,2)$, dan $f(x)=\sqrt{2+x}$. $f$ memetakan $I$ ke $I$ menurut Latihan 24.2-7, dan $f$ naik tegas: untuk $xf(\tfrac32)=\tfrac{17}{12}$. Proposisi 27.1.6 tidak berlaku. Latihan 24.1-7 memakai cara lain: selisih $a_{n+1}-a_n=\tfrac{2-a_n^2}{2a_n}\leq0$ untuk $n\geq2$, karena $a_n^2\geq2$ di sana. Jadi barisan Babilonia turun sejak indeks $2$. Suku pertama $a_1=10$, $y_n^2\geq5$ untuk $n\geq2$, dan $(y_n)$ turun. Latihan 27.1-6. Barisan $z_1=0$, $z_{n+1}=\tfrac{z_n^2+1}2$. Buktikan bahwa $(z_n)$ naik dan $0\leq z_n<1$. Latihan 27.1-7. Buktikan bahwa barisan $\tfrac{(n+1)^2}{2^n}$, $n\geq1$, akhirnya turun, dan tentukan sejak indeks berapa. Latihan 27.1-8. Beri contoh barisan terbatas yang tidak akhirnya monoton, dan barisan monoton yang tidak terbatas. ### Solusi Solusi 27.1-1. (a) $s_{n+1}-s_n=\tfrac{n+1}{(n+1)^2+1}-\tfrac n{n^2+1}$. Pembilang selisihnya, setelah disamakan penyebut, adalah $(n+1)(n^2+1)-n(n^2+2n+2)=n^3+n^2+n+1-n^3-2n^2-2n=-n^2-n+1<0$ untuk $n\geq1$. Jadi barisan ini turun tegas. (b) Rasionya $\tfrac3{n+1}$: $\geq1$ untuk $n\leq2$ dan $<1$ untuk $n\geq3$. Jadi barisan ini naik dari $s_1=3$ ke $s_2=s_3=\tfrac92$, lalu turun tegas sejak $n=3$. Barisan ini tidak monoton, tetapi akhirnya turun. (c) Selisihnya $1+\tfrac{(-1)^{n+1}-(-1)^n}2=1-(-1)^n$, yang bernilai $0$ untuk $n$ genap dan $2$ untuk $n$ ganjil. Jadi barisan ini naik, tetapi tidak tegas. (d) $\tfrac1{\sqrt{n+1}+\sqrt n}$, dan penyebutnya naik tegas. Jadi barisan ini turun tegas. $\square$ Solusi 27.1-2. Tetapkan $j$, lalu lakukan induksi pada $k\geq j+1$. Basis $s_j2\iff n\geq2$. Untuk $n=1$, rasionya $\tfrac98>1$. Jadi barisan ini turun tegas sejak $n=2$: $s_1=2$, $s_2=\tfrac94$, $s_3=2$, dan seterusnya. $\square$ Solusi 27.1-8. Terbatas tetapi tidak akhirnya monoton: $(-1)^n$. Setiap ekornya memuat pola $-1,1,-1$, yang tidak naik maupun turun. Monoton tetapi tak terbatas: $n$. $\square$ ### Ringkasan Barisan naik memenuhi $s_{n+1}\geq s_n$, dan menurut induksi berlaku $s_j\leq s_k$ untuk $j\leq k$. Versi tegas dan versi turun didefinisikan serupa. Contoh master $1-\tfrac1n$ naik tegas, dengan selisih $\tfrac1{n(n+1)}$. Kemonotonan diperiksa dengan uji selisih, uji rasio, atau induksi untuk rekursi dengan fungsi naik. Barisan naik selalu terbatas di bawah, sehingga keterbatasannya hanya bergantung pada batas atas. Kemonotonan yang berlaku sejak suatu indeks sudah cukup untuk teori limit. ## 27.2 Teorema Kekonvergenan Monoton Penjelasan master: setiap barisan monoton yang terbatas, yaitu terbatas di atas untuk barisan naik dan terbatas di bawah untuk barisan turun, dipastikan konvergen. (Teks master memuat artefak ketik "`\otext`" pada frasa "terbatas di ..."; isi matematisnya jelas dari keterangan dalam kurung.) Inilah teorema keberadaan pertama untuk limit barisan. Teorema ini menjamin limit tanpa menyebut nilainya. Kekuatannya berasal langsung dari aksioma supremum, dan unit ini juga membuktikan kebalikannya: di lapangan terurut, teorema ini setara dengan aksioma supremum. Prasyarat: Unit 27.1; aksioma supremum dan karakterisasi $\varepsilon$ (Teorema 11.3.2, 11.3.3); Bab 25–26. ### Teorema #### Teorema 27.2.1 (Kekonvergenan Monoton) (a) Jika $(s_n)$ naik dan terbatas di atas, maka $(s_n)$ konvergen, dan $\lim s_n=\sup_ns_n$. (b) Jika $(s_n)$ turun dan terbatas di bawah, maka $(s_n)$ konvergen, dan $\lim s_n=\inf_ns_n$. (c) Jika $(s_n)$ naik dan tidak terbatas di atas, maka $s_n\to+\infty$. Jika $(s_n)$ turun dan tidak terbatas di bawah, maka $s_n\to-\infty$. Jadi barisan monoton konvergen jika dan hanya jika terbatas. Bukti. (a) Himpunan nilai $\{s_n\}$ tidak kosong dan terbatas di atas, sehingga $u=\sup_ns_n$ ada menurut aksioma supremum. Misalkan $\varepsilon>0$. Menurut Teorema 11.3.2, ada $N_0$ dengan $s_{N_0}>u-\varepsilon$. Untuk $n\geq N_0$, kemonotonan dan sifat batas atas memberi $$u-\varepsilonM$, karena $M$ bukan batas atas. Untuk $n\geq N_0$, $s_n\geq s_{N_0}>M$. Kasus turun serupa. Untuk "jika dan hanya jika": barisan konvergen terbatas (Teorema 25.2.3). Sebaliknya, barisan monoton yang terbatas konvergen menurut (a) atau (b). $\square$ Pada bukti (a), satu suku yang dekat ke $u$ sudah cukup. Kemonotonan menjamin bahwa semua suku sesudahnya juga dekat. Inilah cara kemonotonan mengubah keterangan tentang "suatu suku" (dari supremum) menjadi keterangan tentang "semua suku sejak $N_0$" (limit). Teorema ini juga berlaku untuk barisan yang akhirnya monoton (Definisi 27.1.9 dan Proposisi 25.1.12). #### Contoh 27.2.2 (Contoh Master Unit 27.1) $s_n=1-\tfrac1n$ naik dan terbatas di atas oleh $1$. Supremumnya $1$: untuk $\varepsilon>0$, ada $n$ dengan $\tfrac1n<\varepsilon$. Jadi $s_n\to1$. Ini hasil yang sudah diketahui, tetapi sekarang diperoleh tanpa perhitungan $N_0$. ### Menutup Janji-Janji Sebelumnya #### Contoh 27.2.3 (Barisan Babilonia Konvergen ke $\sqrt2$) Untuk $a_1=1$ dan $a_{n+1}=\tfrac{a_n}2+\tfrac1{a_n}$ (Contoh 24.1.8): sejak $n=2$, $(a_n)$ turun (Latihan 24.1-7) dan terbatas di bawah oleh $\sqrt2$. Teorema 27.2.1(b), diterapkan pada ekor sejak $2$, memberi $a_n\to L$ untuk suatu $L$. Contoh 26.2.9(c) kemudian memberi $L=\sqrt2$. Jadi janji Contoh 24.1.8 dipenuhi, dan perhitungan bersyarat di Contoh 26.2.9(c) kini sah karena keberadaan limit sudah dibuktikan. Lebih jauh, $0\leq a_{n+1}-\sqrt2=\tfrac{(a_n-\sqrt2)^2}{2a_n}$ (Latihan 27.2-3), sehingga galatnya kira-kira dikuadratkan setiap langkah. Inilah alasan $a_4=\tfrac{577}{408}$ sudah sangat dekat ke $\sqrt2$. #### Contoh 27.2.4 ($x_{n+1}=\sqrt{2+x_n}$ Konvergen ke $2$) $(x_n)$ naik (Contoh 27.1.7) dan terbatas di atas oleh $2$ (Latihan 24.2-7), sehingga $x_n\to L$ dengan $1\leq L\leq2$ (Akibat 25.2.6). Dari $x_{n+1}=\sqrt{2+x_n}$, Teorema 26.2.8 dan Proposisi 25.1.12(b) memberi $L=\sqrt{2+L}$. Jadi $L^2=2+L$, yaitu $(L-2)(L+1)=0$. Karena $L\geq1$, $L=2$. #### Contoh 27.2.5 (Ekspansi Desimal; Janji Unit 12.4) Untuk string desimal $(m,(d_k)_{k\geq1})$ (Definisi 12.4.1), barisan pemotongan $s_n=m+\sum_{k=1}^nd_k10^{-k}$ naik, karena $s_{n+1}-s_n=d_{n+1}10^{-(n+1)}\geq0$. Barisan itu terbatas di atas oleh $m+1$ (Lemma 12.4.2). Teorema 27.2.1(a) memberi $$\lim_{n\to\infty}s_n=\sup_ns_n=x,$$ dengan $x$ nilai string menurut Definisi 12.4.3. Bab 12 mendefinisikan nilai ekspansi desimal sebagai supremum, tanpa limit. Contoh ini menunjukkan bahwa nilai itu sama dengan limit barisan pemotongan. Inilah keterkaitan yang dijanjikan di akhir Unit 12.4. Proposisi 12.4.4 bahkan memberi laju kekonvergenannya: $0\leq x-s_n\leq10^{-n}$. Bagian VI menulis $x=m+\sum_{k=1}^\infty d_k10^{-k}$ sebagai jumlah deret tak hingga, dan pada saat itu notasi ini mempunyai arti yang sudah tersedia. #### Contoh 27.2.6 (Jumlah $\sum\tfrac1{k^2}$) $t_n=\sum_{k=1}^n\tfrac1{k^2}$ naik. Untuk $k\geq2$, $\tfrac1{k^2}<\tfrac1{k(k-1)}=\tfrac1{k-1}-\tfrac1k$. Dengan menjumlahkan secara teleskopik, $$t_n<1+\Bigl(1-\frac1n\Bigr)<2.$$ Jadi $(t_n)$ konvergen ke suatu limit $\leq2$. Teorema ini tidak memberi nilai limitnya. Sebagai fakta yang dicatat tanpa bukti: nilainya $\tfrac{\pi^2}6$ (soal Basel). Buktinya memerlukan alat di luar Bagian V, dan buku ini tidak memakainya. Bandingkan dengan $H_n=\sum\tfrac1k$, yang naik tetapi tak terbatas, sehingga $H_n\to+\infty$ menurut Teorema 27.2.1(c). ### Kekonvergenan Monoton sebagai Aksioma Kelengkapan Bukti Teorema 27.2.1 memakai aksioma supremum. Teorema berikut menunjukkan bahwa ketergantungan ini tidak dapat dihindari. Di lapangan terurut sebarang, kekonvergenan monoton dan aksioma supremum setara. Untuk lapangan terurut $F$ (Bab 9–10), definisi limit barisan di $F$ sama persis dengan Definisi 25.1.1, dengan $\varepsilon\in F$, $\varepsilon>0$, dan nilai mutlak di $F$. Bukti-bukti Teorema 25.2.1 (ketunggalan), Teorema 25.2.4(a) (tanda), Teorema 26.1.1 (kelinearan), dan Proposisi 25.1.12(b) (pergeseran) hanya memakai aksioma lapangan terurut, ketaksamaan segitiga, dan $\tfrac\varepsilon2\in F$. Jadi hasil-hasil itu berlaku di $F$. Contoh 25.1.4 ($\tfrac1n\to0$) tidak termasuk, karena memakai sifat Archimedes. #### Teorema 27.2.7 (Kesetaraan dengan Aksioma Supremum) Untuk lapangan terurut $F$, pernyataan berikut setara: (a) setiap subhimpunan $F$ yang tak kosong dan terbatas di atas mempunyai supremum di $F$; (b) setiap barisan di $F$ yang naik dan terbatas di atas konvergen di $F$. Bukti. (a)⇒(b): bukti Teorema 27.2.1(a) hanya memakai (a) dan Teorema 11.3.2, yang berlaku di lapangan terurut mana pun untuk himpunan yang mempunyai supremum. (b)⇒(a). Asumsikan (b). Langkah 1: $F$ Archimedes. Andaikan himpunan $\{n\cdot1_F:n\in\mathbb{N}_{+}\}$ terbatas di atas. Barisan $s_n=n\cdot1_F$ naik, sehingga menurut (b), $s_n\to L$ untuk suatu $L\in F$. Pergeseran memberi $s_{n+1}\to L$, dan kelinearan memberi $1_F=s_{n+1}-s_n\to L-L=0$. Barisan konstan $1_F$ juga konvergen ke $1_F$, sehingga ketunggalan memberi $1_F=0$, kontradiksi. Jadi untuk setiap $\varepsilon>0$ ada $n$ dengan $n>\tfrac1\varepsilon$. Akibatnya $\tfrac1n\to0$ di $F$, dengan bukti Contoh 25.1.4. Juga $0<\tfrac1{2^n}\leq\tfrac1n$, karena $2^n\geq n$ (Bernoulli, yang berlaku di lapangan terurut), sehingga $\tfrac1{2^n}\to0$ dengan argumen apit Teorema 26.3.2, yang buktinya juga hanya memakai aksioma lapangan terurut. Langkah 2: barisan turun yang terbatas di bawah konvergen. Bila $(t_n)$ turun dan $t_n\geq L$, maka $(-t_n)$ naik dan terbatas di atas oleh $-L$. Jadi $(-t_n)$ konvergen, dan $t_n=(-1)(-t_n)$ juga konvergen. Langkah 3: bagi dua. Misalkan $S\subseteq F$ tak kosong dan terbatas di atas. Ambil $x_0\in S$, $a_0=x_0-1$, dan $b_0$ suatu batas atas. Maka $a_0$ bukan batas atas, karena $x_0>a_0$. Definisikan secara rekursif (Teorema 7.4.1), dengan $c_n=\tfrac{a_n+b_n}2$: $$(a_{n+1},b_{n+1})=\begin{cases}(a_n,c_n),&c_n\text{ batas atas }S,\\(c_n,b_n),&c_n\text{ bukan batas atas }S.\end{cases}$$ Aturan ini tertentu, karena "$c_n$ batas atas $S$" adalah pernyataan yang benar atau salah, sehingga tidak ada pilihan. Induksi memberi, untuk semua $n$: - $b_n$ batas atas $S$, dan $a_n$ bukan batas atas; - $a_n\leq a_{n+1}$ dan $b_{n+1}\leq b_n$; - $b_n-a_n=\tfrac{b_0-a_0}{2^n}$; - $a_na_n$, dan $x\leq b_n$. Langkah 4: limit. $(a_n)$ naik dan terbatas di atas oleh $b_0$, sehingga $a_n\to a$. $(b_n)$ turun dan terbatas di bawah oleh $a_0$, sehingga $b_n\to b$ (Langkah 2). Lalu $b_n-a_n=(b_0-a_0)\tfrac1{2^n}\to0$ (Langkah 1), sedangkan $b_n-a_n\to b-a$. Ketunggalan memberi $a=b$. Langkah 5: $b=\sup S$. - $b$ batas atas. Andaikan ada $x\in S$ dengan $x>b$. Maka $x-b_n\to x-b>0$, sehingga $x-b_n>0$ sejak suatu indeks (Teorema 25.2.4(a)). Jadi $x>b_n$, bertentangan dengan $b_n$ batas atas. - $b$ terkecil. Misalkan $u0$, sehingga $a_n>u$ untuk suatu $n$. Karena $a_n$ bukan batas atas, ada $x\in S$ dengan $x>a_n>u$. Jadi $u$ bukan batas atas. Maka $b=\sup S$. $\square$ Teorema ini memberi cara lain untuk merumuskan kelengkapan $\mathbb{R}$: aksioma supremum dapat diganti dengan "setiap barisan naik yang terbatas di atas konvergen". Kedua rumusan menghasilkan teori yang sama. Di $\mathbb{Q}$, keduanya gagal: barisan pemotongan desimal $\sqrt2$ naik dan terbatas di atas, tetapi tidak mempunyai limit di $\mathbb{Q}$ (Contoh 25.2.2). Bab 29 memberi rumusan ketiga, yaitu kekonvergenan barisan Cauchy. ### Latihan Latihan 27.2-1. Buktikan bahwa barisan $(y_n)$ pada Latihan 27.1-5 konvergen ke $\sqrt5$, dan barisan $(z_n)$ pada Latihan 27.1-6 konvergen ke $1$. Latihan 27.2-2. Misalkan $s_1=\tfrac12$ dan $s_{n+1}=s_n-s_n^2$. Buktikan bahwa $00$ dan $\tfrac{s_{n+1}}{s_n}\leq q$ untuk semua $n\geq K$, dengan $00$, karena $y_n^2\geq5$ dan $y_n>0$. Jadi $y_n\to L\geq\sqrt5>0$. Dari rekursi, $L=\tfrac12\bigl(L+\tfrac5L\bigr)$, sehingga $L^2=5$ dan $L=\sqrt5$. $(z_n)$ naik dan terbatas di atas oleh $1$, sehingga $z_n\to L\in[0,1]$. Dari rekursi, $L=\tfrac{L^2+1}2$, sehingga $(L-1)^2=0$ dan $L=1$. $\square$ Solusi 27.2-2. Induksi: bila $01{,}4$, berlaku $a_4+\sqrt2>2{,}8$, sehingga $0k$, karena $a_n\leq b_n\leq b_k$. Akibat 25.2.6 memberi $a\leq b_k$. Juga $a_k\leq a$ (Latihan 27.2-5). Jadi $a\in[a_k,b_k]$ untuk setiap $k$. $\square$ Solusi 27.2-5. $L=\sup s_n$ (Teorema 27.2.1(a) dan ketunggalan), sehingga $s_n\leq L$. Bila naik tegas dan $s_n=L$ untuk suatu $n$, maka $s_{n+1}>L$, kontradiksi. $\square$ Solusi 27.2-6. Untuk $n\geq K$, $s_{n+1}\leq qs_n0$, Teorema 11.2.10 memberi $N_0$ dengan $s_{N_0}<\ell+\varepsilon$. Untuk $n\geq N_0$, $\ell\leq s_n\leq s_{N_0}<\ell+\varepsilon$. $\square$ Solusi 27.2-8. Untuk $n=0$: $b_0$ batas atas, $a_0$ bukan batas atas, $b_0-a_0=\tfrac{b_0-a_0}{2^0}$, dan $x_0\in S$ memberi $a_00$. Jadi $a_na_n\geq a_1=2$, sehingga $(b_n)$ turun dan terbatas di bawah oleh $2$. Teorema 27.2.1 memberi $a_n\to e$ dan $b_n\to e'$. Karena $b_n=a_n\bigl(1+\tfrac1n\bigr)$, Teorema 26.2.1 memberi $e'=e\cdot1=e$. Barisan yang naik tegas memenuhi $a_n0$. $a_n\leq E_n$: pada Lemma 27.3.7, setiap hasil kali $\leq1$. $E_m\leq e$ untuk setiap $m$: tetapkan $m$. Untuk $n\geq m$, semua suku di Lemma 27.3.7 taknegatif, sehingga dengan membuang suku $k>m$: $$a_n\geq\sum_{k=0}^m\frac1{k!}\prod_{j=0}^{k-1}\Bigl(1-\frac jn\Bigr).$$ Ruas kanan adalah jumlah dari $m+1$ suku, dan banyaknya suku itu tetap, tidak bergantung pada $n$. Setiap suku adalah hasil kali paling banyak $m$ faktor $1-\tfrac jn\to1$. Bab 26 (Akibat 26.1.2 dan Teorema 26.2.1) memberi bahwa ruas kanan menuju $\sum_{k=0}^m\tfrac1{k!}=E_m$ bila $n\to\infty$. Teorema 26.3.1 memberi $e=\lim a_n\geq E_m$. Jadi $a_n\leq E_n\leq e$ dan $a_n\to e$. Teorema apit memberi $E_n\to e$. $\square$ Perhatikan peran $m$ yang tetap dalam bukti. Pada Lemma 27.3.7, banyaknya suku tumbuh bersama $n$. Karena itu kita tidak boleh mengambil limit suku demi suku pada seluruh jumlah (Akibat 26.1.2 dan Latihan 26.1-7). Kita memotongnya dulu di $m$ yang tetap, mengambil limit, lalu membiarkan $m$ bebas. #### Teorema 27.3.9 (Galat) Untuk $n\geq1$: $$0n$: $$E_m-E_n=\sum_{k=n+1}^m\frac1{k!}\leq\frac1{(n+1)!}\sum_{i=0}^{m-n-1}\frac1{(n+2)^i}<\frac1{(n+1)!}\cdot\frac1{1-\frac1{n+2}}=\frac{n+2}{(n+1)!\,(n+1)}.$$ Langkah pertama memakai $k!=(n+1)!\,(n+2)\cdots k\geq(n+1)!\,(n+2)^{k-n-1}$. Langkah kedua memakai jumlah geometri hingga $\sum_{i=0}^{p}r^i=\tfrac{1-r^{p+1}}{1-r}<\tfrac1{1-r}$ untuk $0E_n$. Ketaksamaan terakhir setara dengan $n(n+2)<(n+1)^2$, yaitu $0<1$. $\square$ #### Contoh 27.3.10 (Angka Master $e\approx2{,}71828$) Untuk $n=9$: $9!=362880$, dan $$E_9=\frac{\sum_{k=0}^99!/k!}{9!}=\frac{362880+362880+181440+60480+15120+3024+504+72+9+1}{362880}=\frac{986410}{362880}.$$ Pembagian panjang memberi $2{,}71828150$? Apa yang gagal bila hanya diketahui $e-E_n\geq0$? ### Solusi Solusi 27.3-1. $a_4=\bigl(\tfrac54\bigr)^4=\tfrac{625}{256}\approx2{,}441$ dan $b_4=\bigl(\tfrac54\bigr)^5=\tfrac{3125}{1024}\approx3{,}052$. Jadi $\tfrac{625}{256}10^{10}$. $13!=6227020800$ dan $13!\cdot13=80951270400>10^{10}$. $12!=479001600$ dan $12!\cdot12=5748019200<10^{10}$. Jadi $n=13$ adalah nilai terkecil yang dijamin oleh batas ini. $\square$ Solusi 27.3-7. $\bigl(1+\tfrac1{2n}\bigr)^{2n}=a_{2n}$, dan $a_{2n}\to e$ (Latihan 25.1-4). $\bigl(1+\tfrac1n\bigr)^{2n}=a_n^2\to e^2$ (Teorema 26.2.1). $\square$ Solusi 27.3-8. Dengan $e-E_n\geq0$ saja, bilangan bulat $n!\,e-n!\,E_n$ hanya diketahui terletak di $[0,1)$. Nilai $0$ mungkin, sehingga tidak ada kontradiksi. Kepositifan tegas, yang berasal dari $E_{n+1}>E_n$ dan $e\geq E_{n+1}$, menyingkirkan nilai $0$. $\square$ ### Ringkasan $a_n=(1+\tfrac1n)^n$ naik tegas dan $b_n=(1+\tfrac1n)^{n+1}$ turun tegas, keduanya dibuktikan dengan AM-GM. Karena $2\leq a_n