# Bab 21: Keteranhimpunan (Countability) ## 21.1 Definisi Himpunan Berhingga Terhitung (Denumerable) Bab 20 memisahkan himpunan hingga dari himpunan tak hingga. Bab 21 mulai membedakan di antara himpunan tak hingga. Himpunan tak hingga yang "paling kecil" adalah himpunan yang anggotanya dapat dicacah satu per satu, $a_0,a_1,a_2,\ldots$, tanpa ada yang terlewat. Himpunan semacam itu disebut terhitung tak hingga (denumerable). Bab 22 akan menunjukkan bahwa tidak semua himpunan tak hingga demikian: $\mathbb{R}$ terlalu besar untuk dicacah. Catatan istilah. Judul master unit ini memakai frasa "himpunan berhingga terhitung (denumerable)". Istilah Inggris *denumerable* lazim berarti terhitung dan tak hingga, yaitu dalam bijeksi dengan $\mathbb{N}$. Untuk menghindari kerancuan dengan "berhingga" pada Bab 20, teks unit ini memakai: - terhitung tak hingga (denumerable) untuk himpunan yang berbijeksi dengan $\mathbb{N}$; - terhitung (countable) untuk himpunan yang hingga atau terhitung tak hingga. Judul unit dibiarkan persis seperti master. Pilihan istilah dalam badan teks dicatat untuk keputusan penulis. Prasyarat: Bab 20 (himpunan hingga, Teorema 20.1.7, 20.1.10, 20.1.11, 20.3.3, 20.3.5); fungsi (Bab 5); urutan baik (Teorema 7.3.4). ### Definisi #### Definisi 21.1.1 (Terhitung Tak Hingga dan Terhitung) (a) Himpunan $A$ disebut terhitung tak hingga (denumerable) jika terdapat bijeksi $f:\mathbb{N}\to A$. Bijeksi semacam itu disebut pencacahan $A$, dan $a_n=f(n)$ ditulis sebagai barisan $a_0,a_1,a_2,\ldots$ tanpa pengulangan dan tanpa anggota yang terlewat. (b) Himpunan $A$ disebut terhitung (countable) jika $A$ hingga atau terhitung tak hingga. Himpunan yang tidak terhitung disebut tak terhitung (uncountable). Himpunan terhitung tak hingga memang tak hingga: bila $A$ berbijeksi dengan $\mathbb{N}$ dan $A$ hingga, maka $\mathbb{N}$ hingga, bertentangan dengan Teorema 20.1.11. Dengan bijeksi sebagai alat pembanding, istilah "sama besar" untuk himpunan tak hingga dibahas pada Bab 23.1. Untuk sekarang, cukup: semua himpunan terhitung tak hingga berbijeksi satu sama lain lewat $\mathbb{N}$. #### Contoh 21.1.2 (a) $\mathbb{N}$: pencacahan identitas. (b) $\mathbb{N}_{+}$: $n\mapsto n+1$. (c) Bilangan genap $\{0,2,4,\ldots\}$: $n\mapsto2n$. (d) $\{n^2:n\in\mathbb{N}\}$: $n\mapsto n^2$. Fungsi ini injektif karena naik tegas pada $[0,\infty)$ (Teorema 10.2.6). (e) Himpunan hingga, termasuk $\emptyset$, terhitung tetapi tidak terhitung tak hingga. Contoh (b)–(d) memperlihatkan gejala Dedekind (Unit 20.3): himpunan terhitung tak hingga dapat berbijeksi dengan bagian sejatinya. ### Karakterisasi #### Teorema 21.1.3 (Karakterisasi Himpunan Terhitung) Untuk himpunan $A$, pernyataan berikut setara: (a) $A$ terhitung; (b) terdapat injeksi $A\to\mathbb{N}$; (c) $A=\emptyset$, atau terdapat surjeksi $\mathbb{N}\to A$. Bukti. (a)⇒(b). Bila $A$ hingga dengan bijeksi $f:[n]\to A$, maka $f^{-1}$ adalah injeksi $A\to[n]\subseteq\mathbb{N}$. Bila $A$ terhitung tak hingga, invers pencacahan adalah injeksi. (b)⇒(a). Misalkan $g:A\to\mathbb{N}$ injektif, dan $S=g[A]\subseteq\mathbb{N}$. Fungsi $g:A\to S$ adalah bijeksi. - Bila $S$ hingga, $A$ hingga. - Bila $S$ tak hingga, Teorema 20.3.5 memberi bijeksi $e:\mathbb{N}\to S$, dan $g^{-1}\circ e:\mathbb{N}\to A$ adalah bijeksi. (a)⇒(c). Bila $A$ hingga tak kosong dengan bijeksi $f:[n]\to A$, $n\geq1$, definisikan $h(k)=f(k)$ untuk $1\leq k\leq n$ dan $h(k)=f(1)$ untuk $k=0$ atau $k>n$. Fungsi ini surjektif. Bila $A$ terhitung tak hingga, pencacahan itu sendiri surjektif. (c)⇒(b). Bila $A=\emptyset$, fungsi kosong adalah injeksi. Bila $h:\mathbb{N}\to A$ surjektif, untuk setiap $a\in A$ himpunan $h^{-1}[\{a\}]\subseteq\mathbb{N}$ tidak kosong. Definisikan $g(a)=\min h^{-1}[\{a\}]$, dengan minimum yang ada menurut urutan baik. Fungsi $g$ injektif, karena $h(g(a))=a$, sehingga $g(a)=g(a')$ memberi $a=a'$. $\square$ Arah (c)⇒(b) tidak memerlukan aksioma pilihan, karena setiap pilihan ditentukan oleh "anggota terkecil". Inilah keuntungan $\mathbb{N}$ yang terurut baik. Bentuk (c) adalah alat paling praktis. Untuk membuktikan suatu himpunan terhitung, cukup tunjukkan suatu daftar $a_0,a_1,a_2,\ldots$ yang memuat setiap anggotanya. Pengulangan diperbolehkan, dan daftar itu tidak perlu tanpa pengulangan. #### Akibat 21.1.4 (a) Subhimpunan himpunan terhitung adalah terhitung. (b) Peta himpunan terhitung oleh suatu fungsi adalah terhitung. (c) Subhimpunan tak hingga dari himpunan terhitung tak hingga adalah terhitung tak hingga. Bukti. (a) Pembatasan injeksi $A\to\mathbb{N}$ ke subhimpunan tetap injeksi. (b) Bila $A$ terhitung tak kosong dengan surjeksi $h:\mathbb{N}\to A$ dan $f:A\to B$, maka $f\circ h:\mathbb{N}\to f[A]$ surjektif. Bila $A=\emptyset$, petanya kosong. (c) Menurut (a), subhimpunan itu terhitung. Karena tak hingga, ia terhitung tak hingga. $\square$ #### Akibat 21.1.5 (Terhitung Tak Hingga sebagai Tak Hingga Terkecil) Setiap himpunan Dedekind-tak hingga memuat subhimpunan terhitung tak hingga. Sebaliknya, himpunan terhitung tak hingga tidak memuat subhimpunan tak hingga yang tak terhitung. Bukti. Teorema 20.3.3 memberi injeksi $g:\mathbb{N}\to A$, dan $g[\mathbb{N}]$ terhitung tak hingga. Bagian kedua adalah Akibat 21.1.4(a). $\square$ Dengan penyelesaian pertanyaan pilihan pada Bab 23.3, "setiap himpunan tak hingga memuat himpunan terhitung tak hingga" akan menjadi pernyataan untuk semua himpunan tak hingga. Untuk sekarang pernyataan itu berlaku untuk himpunan Dedekind-tak hingga, yang mencakup semua himpunan konkret di analisis. ### Latihan Latihan 21.1-1. Tuliskan pencacahan eksplisit untuk himpunan bilangan ganjil positif dan untuk $\{10,11,12,\ldots\}$, lalu buktikan bijektivitasnya. Latihan 21.1-2. Buktikan bahwa setiap himpunan terhitung tak hingga adalah tak hingga dan Dedekind-tak hingga. Latihan 21.1-3. Buktikan Teorema 21.1.3 (b)⇒(a) untuk $A=\{n\in\mathbb{N}:n\text{ prima}\}$ dengan $g$ inklusi. Anda boleh memakai fakta bahwa ada tak hingga banyak bilangan prima, tetapi sebutkan statusnya sebagai pinjaman. Latihan 21.1-4. Buktikan bahwa jika $A$ terhitung dan $B$ hingga, maka $A\cup B$ terhitung, tanpa memakai Unit 21.3. Latihan 21.1-5. Tunjukkan bahwa daftar $0,0,1,0,1,2,0,1,2,3,\ldots$ memuat setiap bilangan asli. Apa yang dikatakan Teorema 21.1.3 tentang daftar dengan pengulangan semacam ini? Latihan 21.1-6. Buktikan Akibat 21.1.4(b) dan berikan contoh fungsi yang memetakan himpunan terhitung tak hingga ke himpunan hingga. Latihan 21.1-7. Buktikan bahwa $\{\tfrac1n:n\in\mathbb{N}_{+}\}$ dan $\mathbb{N}\times\{0,1\}$ terhitung tak hingga. Latihan 21.1-8. Buktikan bahwa jika $f:A\to B$ injektif dan $B$ terhitung, maka $A$ terhitung. Apakah kebalikannya berlaku? ### Solusi Solusi 21.1-1. Ganjil positif: $n\mapsto2n+1$. Injektif jelas. Surjektif karena setiap ganjil positif berbentuk $2n+1$ dengan $n\in\mathbb{N}$ (pembagian Euclid dengan sisa $1$). $\{10,11,\ldots\}$: $n\mapsto n+10$, dengan invers $m\mapsto m-10$. $\square$ Solusi 21.1-2. Tak hingga: lihat paragraf setelah Definisi 21.1.1. Dedekind-tak hingga: pencacahan adalah injeksi $\mathbb{N}\to A$, lalu gunakan Teorema 20.3.3. $\square$ Solusi 21.1-3. $g$ inklusi, sehingga $S=g[A]=A$. Bila himpunan bilangan prima tak hingga, Teorema 20.3.5 memberi pencacahan naik $e$, dengan $e(0)=2$, $e(1)=3$, $e(2)=5$, dan seterusnya. Ketakhinggaan bilangan prima adalah fakta teori bilangan (bukti Euklides) yang tidak dibuktikan di buku ini, sehingga dipakai sebagai pinjaman di luar lingkup. Tanpa fakta itu, Teorema 21.1.3 tetap memberi "terhitung" tanpa menentukan hingga atau tak hingga. $\square$ Solusi 21.1-4. Bila $A=\emptyset$, $A\cup B=B$ hingga. Bila tidak, ambil surjeksi $h:\mathbb{N}\to A$ dan bijeksi $b:[m]\to B$. Definisikan $h'(k)=b(k+1)$ untuk $kN\}$ tidak kosong, karena $T(N+1)\geq N+1>N$. Ambil unsur terkecilnya $k$ (urutan baik). Maka $T(k+1)>N$. Bila $k=0$, $T(0)=0\leq N$. Bila $k\geq1$, minimalitas memberi $T(k)\leq N$. Ketunggalan: jika $k0$, susun $R_m$ secara naik: $\alpha_{m,0}<\alpha_{m,1}<\cdots<\alpha_{m,r_m-1}$. Susunan naik ini tunggal: $\alpha_{m,0}=\min R_m$ (Teorema 11.1.14), $\alpha_{m,1}$ adalah minimum dari sisanya, dan seterusnya, dengan rekursi sepanjang $r_m$ langkah. Ini daftar akar real yang berbeda, bukan akar yang dihitung menurut kelipatannya. Penyusunan itu adalah definisi matematis yang tunggal, bukan klaim tentang algoritma numerik atau rumus akar. Untuk polinomial nol, $R_m=\mathbb{R}$ tidak hingga, sehingga $r_m$ tidak didefinisikan; polinomial nol dikeluarkan pada langkah berikut. Langkah 2: domain dan fungsi. Tetapkan $$D=\{(m,j)\in\mathbb{N}^2:\ P_m\text{ bukan polinomial nol dan }0\leq j0$ dan $x=\alpha_{m,j}$ untuk tepat satu $j0$ untuk semua $x$, sehingga $r_m=0$, dan polinomial ini tidak menyumbang pasangan. - $(X-1)^2=X^2-2X+1$: hanya $x=1$ yang memenuhi, karena $(x-1)^2=0$ memaksa $x-1=0$ (tanpa pembagi nol). Jadi $r_m=1$, walaupun $1$ adalah akar berkelipatan dua. - $2X^2-4$ adalah polinomial yang berbeda dari $X^2-2$ dan muncul pada indeks lain, tetapi himpunan akarnya sama. Begitu pula $X^2-2$ yang ditulis dengan koefisien nol tambahan. Bilangan $\pm\sqrt2$ muncul sebagai nilai $F$ lebih dari sekali. $F$ tidak injektif, tetapi tetap surjektif ke $\mathcal{A}$, dan itu cukup. - Polinomial nol dikeluarkan, karena himpunan akarnya adalah seluruh $\mathbb{R}$. Akibatnya, bersyarat pada ketakterhitungan $\mathbb{R}$ yang dibuktikan di Bab 22, ada bilangan real yang bukan aljabar (bilangan transenden). Ketergantungan pada Bab 22 itu tidak diaudit ulang di sini. Ini argumen keberadaan Cantor, yang tidak menunjukkan satu pun bilangan transenden secara eksplisit. ### Peran Aksioma Pilihan #### Teorema 21.3.5 (Bentuk Umum, dengan Pilihan Terhitung) Dengan aksioma pilihan terhitung (dirumuskan pada Bab 23.3): jika setiap $A_n$, $n\in\mathbb{N}$, terhitung, maka $\bigcup_nA_n$ terhitung. Bukti, dengan asumsi aksioma yang disebut. Tetapkan $I=\{n\in\mathbb{N}:A_n\ne\emptyset\}$. Bila $I=\emptyset$, gabungannya kosong, dan tidak ada yang perlu dipilih. Misalkan $I\ne\emptyset$. Untuk $n\in I$, himpunan $S_n$ yang berisi semua surjeksi $\mathbb{N}\to A_n$ (subhimpunan himpunan semua fungsi $\mathbb{N}\to A_n$, menurut separasi) tidak kosong, karena $A_n$ terhitung dan tak kosong (Teorema 21.1.3(c)). Aksioma pilihan terhitung (Aksioma 23.3.3) dirumuskan untuk barisan himpunan berindeks $\mathbb{N}$. Agar aksioma itu dapat dipakai, tetapkan $T_n=S_n$ bila $n\in I$, dan $T_n=\{\emptyset\}$ bila $n\notin I$. Di sini $\emptyset$ hanyalah fungsi kosong yang dipakai sebagai penanda. Semua $T_n$ tak kosong, dan penetapan ini tertentu, tanpa pilihan. Aksioma pilihan terhitung memberi barisan $(t_n)$ dengan $t_n\in T_n$. Batasi barisan itu pada $I$: untuk $n\in I$, $h_n=t_n$ adalah surjeksi $\mathbb{N}\to A_n$. Tetapkan $H:I\times\mathbb{N}\to\bigcup_nA_n$, $H(n,k)=h_n(k)$. Teorema 21.3.3 memberi keterhitungan. Pilihan terhitung hanya dipakai untuk memperoleh keluarga $(h_n)_{n\in I}$ sekaligus. Teorema 21.3.3 sendiri, yang memberi kesimpulan, tidak memakai pilihan. $\square$ Fakta metamatematika berikut dicatat tanpa bukti, karena buktinya memakai konstruksi model teori himpunan di luar cakupan buku. Tanpa aksioma pilihan terhitung, Teorema 21.3.5 tidak dapat dibuktikan di ZF. Feferman dan Lévy (1963) menunjukkan bahwa, bila ZF konsisten, ZF tetap konsisten dengan pernyataan bahwa himpunan bilangan real adalah gabungan terhitung himpunan-himpunan terhitung. Dalam model itu $\mathbb{R}$ tetap tak terhitung, karena argumen diagonal Cantor (Bab 22) tidak memerlukan pilihan. Jadi yang gagal adalah Teorema 21.3.5, bukan Bab 22. Sumber: - Open Logic Project, *Countable Choice*: https://builds.openlogicproject.org/content/set-theory/choice/countablechoice.pdf - A. Miller, *A Dedekind Finite Borel Set*: https://people.math.wisc.edu/~awmille1/res/ded.pdf. Paper ini menyebut hasil Feferman–Lévy dan merujuk pada T. Jech, *Set Theory*. Keduanya diakses 2 Oktober 2026. Klaim di atas dibatasi pada isi yang dinyatakan sumber tersebut. Kebijakan buku: setiap pemakaian gabungan terhitung pada bab-bab selanjutnya akan menyebut apakah pencacahannya diberikan (Teorema 21.3.3, tanpa pilihan) atau dipilih (Teorema 21.3.5, dengan pilihan terhitung). Pada analisis bilangan real, pencacahan hampir selalu dapat dibuat eksplisit, seperti Contoh 21.3.4. ### Latihan Latihan 21.3-1. Buktikan Teorema 21.3.1, lalu tuliskan $h(0),\ldots,h(5)$ untuk $A=\mathbb{N}$, $B=\{-1,-2,-3,\ldots\}$, dengan $h_A=\mathrm{id}$ dan $h_B(n)=-(n+1)$. Latihan 21.3-2. Buktikan bahwa $\mathbb{Z}=\mathbb{N}\cup\{-n:n\in\mathbb{N}_{+}\}$ terhitung memakai Teorema 21.3.1, dan bandingkan dengan Teorema 21.2.1. Latihan 21.3-3. Buktikan bahwa jika $\mathbb{R}$ tak terhitung, maka $\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q}$ tak terhitung. Latihan 21.3-4. Buktikan bahwa $\bigcup_{n\in\mathbb{N}}\{n\}\times\mathbb{N}=\mathbb{N}\times\mathbb{N}$ terhitung dengan Teorema 21.3.3, dan tuliskan fungsi $H$-nya. Latihan 21.3-5. Buktikan bahwa himpunan semua barisan hingga (daftar panjang berhingga) bilangan asli adalah terhitung, dengan pencacahan yang diberikan tanpa pilihan. Latihan 21.3-6. Buktikan bahwa himpunan semua subhimpunan hingga dari $\mathbb{N}$ adalah terhitung. Latihan 21.3-7. Jelaskan dengan tepat langkah mana pada bukti Teorema 21.3.5 yang memerlukan aksioma pilihan terhitung, dan mengapa langkah sejajar pada Teorema 21.3.1 tidak memerlukannya. Latihan 21.3-8. Buktikan bahwa himpunan semua bilangan real $x$ yang memenuhi persamaan $x^2=q$ untuk suatu $q\in\mathbb{Q}$ adalah terhitung, dengan pencacahan eksplisit. ### Solusi Solusi 21.3-1. Lihat bukti Teorema 21.3.1. $h(0)=0$, $h(1)=-1$, $h(2)=1$, $h(3)=-2$, $h(4)=2$, $h(5)=-3$. $\square$ Solusi 21.3-2. $\mathbb{N}$ terhitung, dan $\{-n:n\geq1\}$ terhitung lewat $n\mapsto-(n+1)$. Teorema 21.3.1 memberi $\mathbb{Z}$ terhitung. Surjeksinya sama dengan pencacahan Teorema 21.2.1 dengan urutan berbeda. $\square$ Solusi 21.3-3. Bila $\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q}$ terhitung, maka $\mathbb{R}=\mathbb{Q}\cup(\mathbb{R}\setminus\mathbb{Q})$ terhitung menurut Teorema 21.3.1 dan 21.2.6. $\square$ Solusi 21.3-4. $A_n=\{n\}\times\mathbb{N}$ dengan $H(n,k)=(n,k)$. Gabungannya $\mathbb{N}\times\mathbb{N}$. $H\circ\pi^{-1}$ di sini adalah $\pi^{-1}$ sendiri. $\square$ Solusi 21.3-5. Barisan panjang $\ell$ adalah anggota $\mathbb{N}^\ell$. Untuk $\ell\geq1$, ada bijeksi eksplisit $\beta_\ell:\mathbb{N}\to\mathbb{N}^\ell$, dibangun secara rekursif dari $\pi^{-1}$: $\beta_1(k)=(k)$ dan $\beta_{\ell+1}(k)=(\beta_\ell(a),b)$ dengan $(a,b)=\pi^{-1}(k)$. Untuk $\ell=0$, hanya barisan kosong. Tetapkan $H(\ell,k)=\beta_\ell(k)$ untuk $\ell\geq1$ dan $H(0,k)=()$. Teorema 21.3.3 memberi keterhitungan. Rekursi pada $\ell$ menentukan semua $\beta_\ell$ sekaligus (Teorema 7.4.1), tanpa pilihan. $\square$ Solusi 21.3-6. Subhimpunan hingga $F\subseteq\mathbb{N}$ dengan $|F|=\ell$ ditentukan oleh daftar naiknya $(f_1<\cdots