# Bab 4: Relasi, Kelas Ekuivalensi, dan Urutan Parsial Pasangan terurut memungkinkan kita menyatakan hubungan antara dua objek sebagai himpunan. Bab ini membangun bahasa relasi dari konstruksi tersebut, lalu menelaah dua bentuk hubungan: kesetaraan dan urutan. Kelas ekuivalensi memberi cara mengumpulkan objek yang setara tanpa memilih wakil secara sembarang. Urutan parsial menjelaskan ketergantungan tanpa memaksa semua objek dapat dibandingkan. Contoh kongruensi, keterbagian, dan penjadwalan memperlihatkan bagaimana definisi formal mengendalikan perhitungan dan gambar. ## 4.1 Definisi Formal Relasi Biner Dalam matematika kita terus-menerus membicarakan hubungan antarobjek: $x$ lebih kecil daripada $y$, garis $\ell$ sejajar dengan garis $m$, bilangan $a$ membagi bilangan $b$. Setiap pernyataan seperti itu menyebut **dua** objek dalam peran yang berbeda. "$2<5$" benar, sedangkan "$5<2$" salah. Jadi urutan penyebutan membawa informasi. Daftar anggota suatu himpunan tidak membawa urutan penyebutan. Menurut ekstensionalitas, $\{2,5\}=\{5,2\}$ karena kedua himpunan memiliki anggota yang sama. Karena itu kita tidak bisa sekadar menyimpan "pasangan $2$ dan $5$" sebagai himpunan $\{2,5\}$. Bila begitu, informasi tentang objek yang disebut lebih dulu akan hilang. Unit ini menyelesaikan masalah tersebut dalam tiga langkah: 1. membangun **pasangan terurut** dari himpunan biasa dan membuktikan sifat yang membuatnya berguna; 2. membentuk **produk Kartesius** $A\times B$ sebagai himpunan yang keberadaannya dijamin aksioma; 3. mendefinisikan **relasi** sebagai himpunan bagian dari produk Kartesius, lalu mempelajari empat sifat dasar relasi pada satu himpunan. Kita memakai hasil Bab 1–2 tentang kesamaan, implikasi, negasi, kuantifikator, dan kuantifikasi atas himpunan kosong. Dari Bab 3 kita memakai ekstensionalitas, aksioma pasangan, gabungan, himpunan kuasa, separasi, dan pembuktian kesamaan melalui dua inklusi. Bilangan bulat beserta urutan dan aritmetika elementernya hanya dipinjam sebagai sumber contoh. Konstruksinya baru dilakukan kemudian. ### Pasangan terurut Yang kita perlukan dari "pasangan terurut" hanyalah satu sifat: dua pasangan sama jika dan hanya jika komponen pertamanya sama dan komponen keduanya sama. Kita akan memilih satu kode konkret dalam bahasa himpunan, lalu membuktikan bahwa kode itu memiliki sifat tersebut. **Definisi 4.1.1 (pasangan terurut).** Untuk objek $a$ dan $b$, didefinisikan $$(a,b):=\{\{a\},\{a,b\}\}.$$ Objek $a$ disebut **koordinat pertama** dan $b$ **koordinat kedua**. Keberadaannya dijamin aksioma pasangan yang dipakai tiga kali. Penerapan pertama membentuk $\{a,b\}$. Penerapan kedua membentuk $\{a\}=\{a,a\}$. Penerapan ketiga membentuk himpunan yang anggotanya tepat $\{a\}$ dan $\{a,b\}$. Menurut ekstensionalitas, himpunan itu tunggal. Perlu dicatat kasus $a=b$. Dalam kasus ini $\{a,b\}=\{a\}$, sehingga $$(a,a)=\{\{a\},\{a\}\}=\{\{a\}\}$$ hanya memiliki **satu** anggota. Kasus inilah yang membuat bukti keunikan koordinat memerlukan perhatian lebih. Untuk himpunan tak kosong $\mathcal F$, tulis $\bigcap\mathcal F$ untuk himpunan semua $x$ yang menjadi anggota setiap anggota $\mathcal F$. Keberadaannya dijamin separasi: ambil sembarang $F_0\in\mathcal F$ dan bentuk $\{x\in F_0:\forall Y\in\mathcal F\;(x\in Y)\}$. Menurut ekstensionalitas, hasilnya tidak bergantung pada pilihan $F_0$. Tulis pula $\bigcup\mathcal F$ untuk gabungan yang dijamin aksioma gabungan. **Lema 4.1.2.** Untuk setiap objek $a,b$ berlaku $$\bigcap\,(a,b)=\{a\}\qquad\text{dan}\qquad\bigcup\,(a,b)=\{a,b\}.$$ *Bukti.* Himpunan $(a,b)$ tak kosong karena memuat $\{a\}$, sehingga $\bigcap(a,b)$ terdefinisi. Anggota $(a,b)$ tepat $\{a\}$ dan $\{a,b\}$. Untuk sembarang $x$: $$x\in\bigcap(a,b)\iff\bigl(x\in\{a\}\ \land\ x\in\{a,b\}\bigr)\iff\bigl(x=a\ \land\ (x=a\lor x=b)\bigr)\iff x=a.$$ Langkah terakhir berlaku karena $x=a$ sudah menjamin disjungsi $x=a\lor x=b$. Jadi $\bigcap(a,b)=\{a\}$ menurut ekstensionalitas. Untuk gabungan, $$x\in\bigcup(a,b)\iff\bigl(x\in\{a\}\ \lor\ x\in\{a,b\}\bigr)\iff\bigl(x=a\ \lor\ x=a\ \lor\ x=b\bigr)\iff x\in\{a,b\}.$$ Jadi $\bigcup(a,b)=\{a,b\}$. Perhitungan ini tidak memisahkan kasus $a=b$ dan $a\ne b$, sehingga berlaku untuk keduanya. $\blacksquare$ **Teorema 4.1.3 (sifat karakteristik pasangan terurut).** Untuk setiap objek $a,b,c,d$, $$(a,b)=(c,d)\iff\bigl(a=c\ \land\ b=d\bigr).$$ *Bukti.* ($\Leftarrow$) Jika $a=c$ dan $b=d$, substitusi pada ruas kanan Definisi 4.1.1 memberikan $\{\{a\},\{a,b\}\}=\{\{c\},\{c,d\}\}$, yaitu $(a,b)=(c,d)$. ($\Rightarrow$) Misalkan $(a,b)=(c,d)$. Himpunan yang sama mempunyai irisan yang sama dan gabungan yang sama. Dengan Lema 4.1.2 diperoleh $$\{a\}=\{c\}\qquad\text{dan}\qquad\{a,b\}=\{c,d\}.$$ *Koordinat pertama.* Karena $a\in\{a\}=\{c\}$, kita peroleh $a=c$. Akibatnya kesamaan kedua dapat ditulis ulang menjadi $\{a,b\}=\{a,d\}$. *Koordinat kedua.* Kita pisahkan dua kasus yang mencakup semua kemungkinan. - *Kasus $b=a$.* Maka $\{a,d\}=\{a,b\}=\{a\}$. Karena $d\in\{a,d\}$, diperoleh $d\in\{a\}$, jadi $d=a$. Dengan demikian $b=a=d$. - *Kasus $b\ne a$.* Karena $b\in\{a,b\}=\{a,d\}$, berlaku $b=a$ atau $b=d$. Disjungsi pertama dikecualikan oleh hipotesis kasus, sehingga $b=d$. Pada kedua kasus $b=d$. Bersama $a=c$, bukti selesai. $\blacksquare$ **Catatan 4.1.4 (mengapa kasus $a=b$ tidak boleh dilewati).** Ada argumen yang tampak wajar tetapi keliru: "$(a,b)$ dan $(c,d)$ masing-masing berisi satu himpunan bertitik tunggal dan satu himpunan bertitik dua; cocokkan yang bertitik tunggal dengan yang bertitik tunggal." Argumen ini runtuh tepat ketika $a=b$. Dalam kasus itu $(a,a)=\{\{a\}\}$ tidak memuat himpunan bertitik dua sama sekali. Bukti di atas menghindari masalah ini karena memakai irisan dan gabungan, yang dihitung seragam dalam Lema 4.1.2, lalu memisahkan kasus hanya pada langkah terakhir. **Catatan 4.1.5 (pasangan terurut bukan pasangan tak terurut).** Dari Teorema 4.1.3, $(1,2)=(2,1)$ akan memaksa $1=2$. Jadi $(1,2)\ne(2,1)$, sedangkan $\{1,2\}=\{2,1\}$. Kode $\{\{a\},\{a,b\}\}$ hanyalah satu pilihan yang sah di dalam ZF. Setelah Teorema 4.1.3 terbukti, kita tidak akan lagi memakai rincian kode itu. Pernyataan seperti "$\{a\}\in(a,b)$" memang benar untuk kode ini, tetapi hanyalah artefak pilihan kode dan tidak akan dipakai dalam argumen. ### Produk Kartesius Kita ingin membentuk "himpunan semua pasangan $(a,b)$ dengan $a\in A$ dan $b\in B$". Komprehensi tanpa pembatas tidak diizinkan, jadi kita perlu sebuah himpunan yang sudah ada dan cukup besar untuk memuat semua pasangan tersebut. Himpunan itu disediakan oleh lema berikut. **Lema 4.1.6.** Jika $a\in A$ dan $b\in B$, maka $(a,b)\in\mathcal P(\mathcal P(A\cup B))$. *Bukti.* Karena $a\in A\subseteq A\cup B$, berlaku $\{a\}\subseteq A\cup B$. Karena $a,b\in A\cup B$, berlaku pula $\{a,b\}\subseteq A\cup B$. Jadi $\{a\}\in\mathcal P(A\cup B)$ dan $\{a,b\}\in\mathcal P(A\cup B)$. Kedua anggota $(a,b)$ berada di $\mathcal P(A\cup B)$, artinya $(a,b)\subseteq\mathcal P(A\cup B)$, sehingga $(a,b)\in\mathcal P(\mathcal P(A\cup B))$. $\blacksquare$ **Definisi 4.1.7 (produk Kartesius).** Untuk himpunan $A$ dan $B$, didefinisikan dengan separasi $$A\times B:=\bigl\{p\in\mathcal P(\mathcal P(A\cup B)):\ \exists a\in A\ \exists b\in B\ \ (p=(a,b))\bigr\}.$$ Separasi diterapkan pada himpunan $\mathcal P(\mathcal P(A\cup B))$, yang keberadaannya dijamin aksioma gabungan dan himpunan kuasa. Jadi $A\times B$ memang himpunan dan tunggal menurut ekstensionalitas. **Proposisi 4.1.8 (keanggotaan produk).** 1. $p\in A\times B$ jika dan hanya jika ada $a\in A$ dan $b\in B$ dengan $p=(a,b)$. 2. Untuk setiap objek $x,y$: $(x,y)\in A\times B$ jika dan hanya jika $x\in A$ dan $y\in B$. 3. Setiap $p\in A\times B$ mempunyai **tepat satu** koordinat pertama dan **tepat satu** koordinat kedua: jika $p=(a,b)=(a',b')$, maka $a=a'$ dan $b=b'$. *Bukti.* (1) Arah ($\Rightarrow$) langsung dari syarat separasi. Untuk arah ($\Leftarrow$), jika $p=(a,b)$ dengan $a\in A$ dan $b\in B$, maka $p\in\mathcal P(\mathcal P(A\cup B))$ menurut Lema 4.1.6, dan $p$ memenuhi syarat separasi. Jadi $p\in A\times B$. (2) Arah ($\Leftarrow$) adalah kasus khusus dari (1). Untuk arah ($\Rightarrow$), misalkan $(x,y)\in A\times B$. Menurut (1) ada $a\in A$ dan $b\in B$ dengan $(x,y)=(a,b)$. Teorema 4.1.3 memberikan $x=a$ dan $y=b$, sehingga $x\in A$ dan $y\in B$. (3) Langsung dari Teorema 4.1.3. $\blacksquare$ Butir (2) tampak remeh, tetapi buktinya **memerlukan** Teorema 4.1.3. Tanpa keunikan koordinat, $(x,y)$ bisa saja sama dengan suatu $(a,b)$ yang koordinatnya berada di $A$ dan $B$, sementara $x$ sendiri tidak berada di $A$. Butir (3) membenarkan ungkapan "koordinat pertama dari $p$". Ungkapan ini akan dipakai di Bab 5 untuk mendefinisikan proyeksi, tetapi di sini cukup dicatat bahwa koordinat itu ada dan tunggal. **Proposisi 4.1.9.** Untuk setiap himpunan $A$ dan $B$ berlaku $A\times\varnothing=\varnothing$ dan $\varnothing\times B=\varnothing$. *Bukti.* Andaikan $p\in A\times\varnothing$. Menurut Proposisi 4.1.8(1), ada $b\in\varnothing$ dengan $p=(a,b)$ untuk suatu $a\in A$. Ini mustahil karena $\varnothing$ tidak beranggota. Jadi $A\times\varnothing$ tidak beranggota, dan menurut ekstensionalitas $A\times\varnothing=\varnothing$. Argumen untuk $\varnothing\times B$ sama, dengan peran koordinat pertama dan kedua dipertukarkan. $\blacksquare$ **Contoh 4.1.10.** $$\{1,2\}\times\{3\}=\{(1,3),(2,3)\},\qquad\{3\}\times\{1,2\}=\{(3,1),(3,2)\}.$$ Kesamaan pertama dibuktikan dengan dua inklusi. Jika $p\in\{1,2\}\times\{3\}$, Proposisi 4.1.8(1) memberikan $p=(a,b)$ dengan $a\in\{1,2\}$ dan $b=3$, sehingga $p=(1,3)$ atau $p=(2,3)$. Sebaliknya, $(1,3)$ dan $(2,3)$ anggota produk menurut Proposisi 4.1.8(2). Kesamaan kedua dibuktikan dengan cara yang sama. Kedua himpunan ini berbeda. Andaikan $(1,3)\in\{3\}\times\{1,2\}$. Proposisi 4.1.8(2) akan memberikan $1\in\{3\}$, yaitu $1=3$, dan ini salah. Jadi kesamaan $A\times B=B\times A$ tidak berlaku untuk semua $A,B$. Kesamaan itu tetap berlaku, misalnya, bila $A=B$ atau salah satunya kosong (Proposisi 4.1.9). ### Relasi biner **Definisi 4.1.11 (relasi).** Misalkan $A$ dan $B$ himpunan. **Relasi dari $A$ ke $B$** adalah himpunan $R$ dengan $R\subseteq A\times B$. Untuk sembarang objek $x,y$ kita menulis $$x\,R\,y\quad:\Longleftrightarrow\quad(x,y)\in R,$$ dan menulis $x\not\!R\,y$ bila $(x,y)\notin R$. Karena $R\subseteq A\times B$, Proposisi 4.1.8(2) menjamin bahwa $x\,R\,y$ hanya mungkin bila $x\in A$ dan $y\in B$. Relasi dari $A$ ke $A$ disebut **relasi pada $A$**. **Konvensi 4.1.12 (himpunan asal, kodomain, domain, jangkauan).** Himpunan $R$ sendiri tidak menyimpan informasi tentang $A$ dan $B$. Contohnya, $\varnothing$ adalah relasi dari setiap $A$ ke setiap $B$. Karena itu, dalam buku ini frasa "$R$ relasi dari $A$ ke $B$" selalu menyertakan $A$ dan $B$ sebagai bagian dari pernyataan. $A$ disebut **himpunan asal** dan $B$ disebut **kodomain**. Dari ketiga data tersebut kita membentuk, dengan separasi, $$\operatorname{dom}R:=\{x\in A:\exists y\in B\ (x\,R\,y)\},\qquad \operatorname{ran}R:=\{y\in B:\exists x\in A\ (x\,R\,y)\},$$ yang masing-masing disebut **domain** dan **jangkauan** relasi. Domain dapat merupakan himpunan bagian sejati dari himpunan asal, dan jangkauan dapat merupakan himpunan bagian sejati dari kodomain. Bab 5 akan menambahkan syarat khusus untuk fungsi. Di sini konvensi ini hanya mencegah kita mencampuradukkan "himpunan yang dideklarasikan" dengan "himpunan koordinat yang benar-benar muncul". **Contoh 4.1.13.** Misalkan $A=\{1,2\}$, $B=\{5,6\}$, dan $H=\{(1,5)\}$ sebagai relasi dari $A$ ke $B$. Jika $x\,H\,y$, maka $(x,y)=(1,5)$, sehingga $x=1$ dan $y=5$ menurut Teorema 4.1.3. Jadi $\operatorname{dom}H=\{1\}$ dan $\operatorname{ran}H=\{5\}$. Karena $2\ne1$, berlaku $\{1\}\subsetneq A$; karena $6\ne5$, berlaku $\{5\}\subsetneq B$. Kodomainnya tetap $B$. Ketergantungan pada himpunan yang dideklarasikan juga berlaku untuk sifat relasi. Ambil $J=\{(1,1),(2,2)\}$. Sebagai relasi pada $\{1,2\}$, relasi ini refleksif menurut Definisi 4.1.17 di bawah. Sebagai relasi pada $\{1,2,3\}$, relasi yang sama tidak refleksif karena $(3,3)\notin J$. Jadi pertanyaan "apakah $J$ refleksif?" tidak bermakna sebelum himpunan $A$ ditetapkan. **Contoh 4.1.14 (tiga relasi baku pada $A$).** - **Relasi kosong** $\varnothing\subseteq A\times A$. Untuk setiap $x,y$, pernyataan $x\,\varnothing\,y$ salah. - **Relasi penuh** $A\times A$. Untuk setiap $x,y\in A$, pernyataan $x\,(A\times A)\,y$ benar. - **Diagonal** $\Delta_A:=\{p\in A\times A:\exists a\in A\ (p=(a,a))\}$, dibentuk dengan separasi pada $A\times A$. **Proposisi 4.1.15.** Untuk $x,y\in A$ berlaku $x\,\Delta_A\,y\iff x=y$. *Bukti.* ($\Leftarrow$) Jika $x=y$, maka $(x,y)=(x,x)$ dengan $x\in A$. Pasangan ini anggota $A\times A$ dan memenuhi syarat separasi dengan saksi $a=x$. ($\Rightarrow$) Jika $(x,y)\in\Delta_A$, maka ada $a\in A$ dengan $(x,y)=(a,a)$. Teorema 4.1.3 memberikan $x=a$ dan $y=a$, sehingga $x=y$. $\blacksquare$ Jadi $\Delta_A$ adalah relasi kesamaan yang dibatasi pada $A$. Kita juga meminjam dari aritmetika urutan biasa $<$ dan $\le$ pada $\mathbb Z$ sebagai relasi pada $\mathbb Z$. Sifat-sifat yang dipakai ialah: $x\le x$; $x\not0$: dua objek berdekatan, objek kedua dekat dengan objek ketiga, tetapi objek pertama dan ketiga belum tentu dekat. Contoh ini hanya menyatakan fakta tentang relasinya. Ia tidak menilai metode pengelompokan data tertentu. ### Partisi **Definisi 4.2.9 (partisi).** Misalkan $A$ himpunan. Himpunan $\Pi$ disebut **partisi dari $A$** jika $\Pi\subseteq\mathcal P(A)$ dan $$\begin{aligned} &\text{(P1)}\quad \forall B\in\Pi\;(B\ne\varnothing),\\ &\text{(P2)}\quad \textstyle\bigcup\Pi=A,\\ &\text{(P3)}\quad \forall B,C\in\Pi\;(B\ne C\Rightarrow B\cap C=\varnothing). \end{aligned}$$ Anggota $\Pi$ disebut **blok**. Setiap blok adalah *himpunan bagian* dari $A$, dan sekaligus *anggota* dari $\Pi$. Kedua hubungan ini, yaitu inklusi $B\subseteq A$ dan keanggotaan $B\in\Pi$, jangan dipertukarkan. Menurut aksioma gabungan dari Bab 3, ada himpunan $\bigcup\Pi$ dengan sifat: untuk setiap $x$, $x\in\bigcup\Pi$ jika dan hanya jika $\exists B\in\Pi\,(x\in B)$. Karena $\Pi\subseteq\mathcal P(A)$, inklusi $\bigcup\Pi\subseteq A$ selalu berlaku. Jadi isi sebenarnya dari (P2) adalah inklusi $A\subseteq\bigcup\Pi$: setiap anggota $A$ termuat dalam suatu blok. **Lemma 4.2.10.** Jika $\Pi$ partisi dari $A$, maka untuk setiap $x\in A$ ada tepat satu $B\in\Pi$ dengan $x\in B$. *Bukti.* Keberadaan: dari (P2), $x\in\bigcup\Pi$, jadi ada $B\in\Pi$ dengan $x\in B$. Ketunggalan: jika $x\in B$ dan $x\in C$ dengan $B,C\in\Pi$, maka $x\in B\cap C$, sehingga $B\cap C\ne\varnothing$. Kontraposisi (P3) memberi $B=C$. $\blacksquare$ **Contoh 4.2.11.** Pada $A=\{1,2,3\}$, himpunan berikut adalah partisi: $$\{\{1,2,3\}\},\quad \{\{1\},\{2,3\}\},\quad \{\{2\},\{1,3\}\},\quad \{\{3\},\{1,2\}\},\quad \{\{1\},\{2\},\{3\}\}.$$ (Latihan 4.2.34 memeriksa bahwa kelimanya memang partisi dan bahwa tidak ada partisi lain.) Berikut contoh yang **bukan** partisi dan syarat yang dilanggarnya: - $\{\{1,2\},\{2,3\}\}$: kedua blok berbeda tetapi beririsan di $2$, sehingga melanggar (P3); - $\{\{1\},\{3\}\}$: gabungannya $\{1,3\}\ne A$, sehingga melanggar (P2); - $\{\{1,2\},\{3\},\varnothing\}$: memuat blok kosong, sehingga melanggar (P1); - $\{\{1,2,3\},\{4\}\}$: $\{4\}\notin\mathcal P(A)$, sehingga keluarga ini bukan himpunan bagian dari $\mathcal P(A)$. **Contoh 4.2.12 (kasus batas $A=\varnothing$).** Karena $\mathcal P(\varnothing)=\{\varnothing\}$, calon partisi hanya $\varnothing$ dan $\{\varnothing\}$. - $\Pi=\{\varnothing\}$ **bukan** partisi, karena satu-satunya bloknya kosong dan (P1) gagal. - $\Pi=\varnothing$ adalah partisi. (P1) dan (P3) berlaku secara vakum, sebab tidak ada blok. (P2) berlaku karena $\bigcup\varnothing=\varnothing=A$. Jadi satu-satunya partisi dari $\varnothing$ adalah $\varnothing$. Syarat (P1) menuntut setiap *blok* tak kosong. Ia tidak menuntut keluarga $\Pi$ sendiri tak kosong. Sebaliknya, jika $A\ne\varnothing$, keluarga $\varnothing$ bukan partisi dari $A$, sebab $\bigcup\varnothing=\varnothing\ne A$. Dengan alasan yang sama, $\{A\}$ adalah partisi dari $A$ **jika dan hanya jika** $A\ne\varnothing$. Untuk $A\ne\varnothing$, ketiga syarat jelas berlaku. Untuk $A=\varnothing$, $\{A\}=\{\varnothing\}$ gagal di (P1). ### Dari ekuivalensi ke partisi Kita ingin mengumpulkan semua kelas ke dalam satu himpunan. Ungkapan $\{[a]:a\in A\}$ belum dibenarkan oleh aksioma yang tersedia sejauh ini (Bab 3). Keluarga itu harus dipisahkan dari himpunan yang sudah ada, dan pembatas yang tepat adalah $\mathcal P(A)$, sebab setiap kelas adalah himpunan bagian dari $A$. **Definisi 4.2.13 (keluarga kelas).** Misalkan $\sim$ ekuivalensi pada $A$. Definisikan dengan separasi pada $\mathcal P(A)$: $$\mathcal K_\sim=\{B\in\mathcal P(A):\exists a\in A\;\forall x\;(x\in B\leftrightarrow(x\in A\land x\sim a))\}.$$ **Lemma 4.2.14.** Untuk setiap himpunan $B$: $B\in\mathcal K_\sim$ jika dan hanya jika ada $a\in A$ dengan $B=[a]$. *Bukti.* ($\Rightarrow$) Jika $B\in\mathcal K_\sim$, ada $a\in A$ sehingga untuk setiap $x$, $x\in B$ setara dengan $x\in A\land x\sim a$. Menurut Lemma 4.2.4(a), syarat yang sama setara dengan $x\in[a]$. Jadi $B$ dan $[a]$ beranggota sama, dan $B=[a]$ menurut ekstensionalitas. ($\Leftarrow$) Jika $B=[a]$ dengan $a\in A$, maka $B\subseteq A$ (Lemma 4.2.4(b)), sehingga $B\in\mathcal P(A)$. Rumus pemisahnya dipenuhi dengan saksi $a$ menurut Lemma 4.2.4(a). $\blacksquare$ **Teorema 4.2.15.** Jika $\sim$ ekuivalensi pada $A$, maka $\mathcal K_\sim$ adalah partisi dari $A$. *Bukti.* Inklusi $\mathcal K_\sim\subseteq\mathcal P(A)$ berlaku menurut konstruksi. (P1) Ambil $B\in\mathcal K_\sim$. Menurut Lemma 4.2.14, $B=[a]$ untuk suatu $a\in A$, dan $a\in[a]$, sehingga $B\ne\varnothing$. (P2) Kita buktikan dua inklusi. Jika $x\in\bigcup\mathcal K_\sim$, ada $B\in\mathcal K_\sim$ dengan $x\in B$. Karena $B\subseteq A$, diperoleh $x\in A$. Sebaliknya, jika $x\in A$, maka $x\in[x]$ dan $[x]\in\mathcal K_\sim$ menurut Lemma 4.2.14, sehingga $x\in\bigcup\mathcal K_\sim$. (P3) Ambil $B,C\in\mathcal K_\sim$ dengan $B\ne C$. Tulis $B=[a]$ dan $C=[b]$ dengan $a,b\in A$. Jika $B\cap C\ne\varnothing$, Teorema 4.2.5 memberi $[a]=[b]$, yaitu $B=C$, suatu kontradiksi. Jadi $B\cap C=\varnothing$. $\blacksquare$ ### Dari partisi ke ekuivalensi Arah sebaliknya meniru bentuk $R=(C\times C)\cup(D\times D)$: dua anggota berelasi jika ada blok yang memuat keduanya. **Definisi 4.2.16.** Misalkan $\Pi$ partisi dari $A$. Definisikan dengan separasi pada $A\times A$: $$\sim_\Pi\;=\{p\in A\times A:\exists x\,\exists y\,\exists B\,(p=(x,y)\land B\in\Pi\land x\in B\land y\in B)\}.$$ **Lemma 4.2.17.** Untuk $x,y\in A$: $(x,y)\in\;\sim_\Pi$ jika dan hanya jika ada $B\in\Pi$ dengan $x\in B$ dan $y\in B$. *Bukti.* ($\Leftarrow$) Jika $x,y\in B\in\Pi$, maka $(x,y)\in A\times A$, dan rumus pemisah dipenuhi dengan saksi $x,y,B$. ($\Rightarrow$) Jika $(x,y)\in\;\sim_\Pi$, ada $x',y',B$ dengan $(x,y)=(x',y')$, $B\in\Pi$, $x'\in B$, dan $y'\in B$. Karakterisasi kesamaan pasangan berurutan dari 4.1 memberi $x=x'$ dan $y=y'$. Jadi $x,y\in B$. $\blacksquare$ Langkah ($\Rightarrow$) memakai karakterisasi kesamaan pasangan berurutan dari 4.1 untuk membaca kembali komponen $x$ dan $y$ dari pasangan $p$. Karena syarat "$x\in B$ dan $y\in B$" simetris dalam $x$ dan $y$, keterurutan pasangan tidak berperan khusus di sini. Keterurutan menjadi penting untuk relasi yang tidak simetris, misalnya relasi urutan pada 4.4. **Teorema 4.2.18.** Jika $\Pi$ partisi dari $A$, maka $\sim_\Pi$ adalah relasi ekuivalensi pada $A$. *Bukti.* Semua langkah memakai Lemma 4.2.17. *Refleksif.* Ambil $x\in A$. Menurut (P2) ada $B\in\Pi$ dengan $x\in B$. Blok $B$ memuat $x$ dan $x$, sehingga $x\sim_\Pi x$. *Simetris.* Jika $x\sim_\Pi y$, ada $B\in\Pi$ dengan $x,y\in B$. Blok yang sama menyaksikan $y\sim_\Pi x$. *Transitif.* Misalkan $x\sim_\Pi y$ dan $y\sim_\Pi z$. Ada $B\in\Pi$ dengan $x,y\in B$ dan ada $C\in\Pi$ dengan $y,z\in C$. Maka $y\in B\cap C$, sehingga $B\cap C\ne\varnothing$. Kontraposisi (P3) memberi $B=C$. Jadi $x,z\in B$ dan $x\sim_\Pi z$. $\blacksquare$ Bukti transitivitas memakai (P3) secara hakiki. Dua blok yang sama-sama memuat $y$ harus merupakan blok yang sama. Untuk keluarga yang bloknya tumpang tindih, relasi "ada blok yang memuat keduanya" dapat gagal transitif (Latihan 4.2.29). Refleksivitas memakai (P2). Syarat (P1) tidak dipakai di sini, tetapi diperlukan pada teorema berikut agar konstruksi bolak-balik kembali ke titik awal. ### Kedua konstruksi saling membalik **Lemma 4.2.19.** Misalkan $\Pi$ partisi dari $A$, $B\in\Pi$, dan $a\in B$. Maka kelas $a$ terhadap $\sim_\Pi$ adalah $B$: $$[a]_{\sim_\Pi}=B.$$ *Bukti.* Perhatikan bahwa $a\in A$ karena $B\subseteq A$. ($\subseteq$) Jika $x\in[a]_{\sim_\Pi}$, maka $x\in A$ dan $x\sim_\Pi a$. Jadi ada $C\in\Pi$ dengan $x,a\in C$. Karena $a\in B\cap C$, (P3) memberi $C=B$, sehingga $x\in B$. ($\supseteq$) Jika $x\in B$, maka $x\in A$, dan blok $B$ memuat $x$ dan $a$. Jadi $x\sim_\Pi a$, yaitu $x\in[a]_{\sim_\Pi}$. $\blacksquare$ **Teorema 4.2.20 (korespondensi ekuivalensi–partisi).** Misalkan $A$ himpunan. (a) Untuk setiap partisi $\Pi$ dari $A$: $\mathcal K_{\sim_\Pi}=\Pi$. (b) Untuk setiap ekuivalensi $\sim$ pada $A$: $\sim_{\mathcal K_\sim}\;=\;\sim$. *Bukti.* (a) Ruas kiri terdefinisi karena $\sim_\Pi$ ekuivalensi (Teorema 4.2.18). Kita buktikan dua inklusi. ($\subseteq$) Ambil $D\in\mathcal K_{\sim_\Pi}$. Menurut Lemma 4.2.14, $D=[a]_{\sim_\Pi}$ untuk suatu $a\in A$. Menurut (P2), ada $B\in\Pi$ dengan $a\in B$. Lemma 4.2.19 memberi $D=B\in\Pi$. ($\supseteq$) Ambil $B\in\Pi$. Menurut (P1), $B\ne\varnothing$, jadi ada $a\in B$. Lemma 4.2.19 memberi $B=[a]_{\sim_\Pi}$, dengan $a\in A$. Menurut Lemma 4.2.14, $B\in\mathcal K_{\sim_\Pi}$. (b) Ruas kiri terdefinisi karena $\mathcal K_\sim$ partisi (Teorema 4.2.15). Kedua relasi adalah himpunan bagian dari $A\times A$, sehingga setiap anggotanya berbentuk $(x,y)$ dengan $x,y\in A$. Cukup dibuktikan bahwa untuk $x,y\in A$: $$x\sim_{\mathcal K_\sim}y\iff x\sim y.$$ ($\Leftarrow$) Jika $x\sim y$, maka $x\in[y]$. Juga $y\in[y]$ dan $[y]\in\mathcal K_\sim$. Jadi blok $[y]$ memuat keduanya. ($\Rightarrow$) Jika ada $B\in\mathcal K_\sim$ dengan $x,y\in B$, tulis $B=[a]$ dengan $a\in A$. Maka $x\sim a$ dan $y\sim a$. Simetri memberi $a\sim y$, dan transitivitas memberi $x\sim y$. Kedua relasi beranggota sama, sehingga sama menurut ekstensionalitas. $\blacksquare$ Teorema 4.2.20 menyatakan bahwa kedua konstruksi tidak kehilangan informasi. Partisi yang berbeda menghasilkan relasi yang berbeda, karena partisi dapat dibaca kembali dari relasinya menurut (a). Setiap ekuivalensi berasal dari suatu partisi, yaitu dari keluarga kelasnya sendiri menurut (b). Bahasa fungsi untuk menyebut korespondensi seperti ini secara ringkas baru dibangun pada Bab 5. **Catatan 4.2.21 (tidak ada aksioma pilihan).** Pada bukti ($\supseteq$) di Teorema 4.2.20(a), kita "mengambil $a\in B$". Ini adalah instansiasi eksistensial biasa di dalam bukti pernyataan berbentuk $\forall B\in\Pi(\cdots)$. Untuk satu blok $B$ yang sedang ditinjau, ketakkosongan $B$ memberi suatu anggota, dan kesimpulan $B\in\mathcal K_{\sim_\Pi}$ tidak bergantung pada anggota mana yang diambil. Kita tidak pernah membentuk satu objek yang serentak memilih wakil dari *setiap* blok. Jaminan adanya pilihan wakil serentak untuk setiap keluarga sebarang dari himpunan tak kosong memerlukan aksioma pilihan (AC). Untuk keluarga tertentu, pilihan wakil dapat tersedia tanpa AC, misalnya bila wakil dapat ditentukan dengan suatu aturan eksplisit. Keluarga kelas $\mathcal K_\sim$ juga dibentuk tanpa pilihan, cukup dengan separasi pada $\mathcal P(A)$. Seluruh unit ini berlangsung tanpa AC. **Contoh 4.2.22 (bolak-balik untuk $R$).** Menurut Lemma 4.2.14, $B\in\mathcal K_R$ jika dan hanya jika $B=[a]$ untuk suatu $a\in\{1,2,3\}$. Contoh 4.2.7 memberi $[1]=[2]=\{1,2\}$ dan $[3]=\{3\}$, sehingga menurut ekstensionalitas $\mathcal K_R=\{\{1,2\},\{3\}\}$, dengan $[1]=[2]\ne[3]$. Ini partisi dari $\{1,2,3\}$. Sekarang bentuk kembali $\sim_\Pi$ untuk $\Pi=\{\{1,2\},\{3\}\}$. Pasangan dengan kedua komponen di $\{1,2\}$ ada empat, yaitu $(1,1),(1,2),(2,1),(2,2)$. Pasangan dengan kedua komponen di $\{3\}$ hanya $(3,3)$. Tidak ada pasangan lain yang komponennya termuat bersama dalam satu blok. Jadi $$\sim_\Pi\;=\{(1,1),(1,2),(2,1),(2,2),(3,3)\}=R,$$ sesuai Teorema 4.2.20(b) dan sesuai bentuk $R=(C\times C)\cup(D\times D)$ di 4.1. **Contoh 4.2.23 (kasus ekstrem).** (a) $A=\varnothing$. Satu-satunya ekuivalensi adalah relasi kosong $\varnothing$ (Contoh 4.2.2(d)). Keluarga kelasnya $$\mathcal K_\varnothing=\{B\in\mathcal P(\varnothing):\exists a\in\varnothing\,(\cdots)\}=\varnothing,$$ karena tidak ada $a\in\varnothing$ yang dapat menjadi saksi. Hasil ini cocok dengan Contoh 4.2.12: satu-satunya partisi adalah $\varnothing$, bukan $\{\varnothing\}$. Dari arah sebaliknya, $\sim_\varnothing\subseteq\varnothing\times\varnothing=\varnothing$. Di sini $\mathcal K_\varnothing$ dibentuk dari *relasi* kosong, sedangkan $\sim_\varnothing$ dibentuk dari *partisi* kosong. Kedua konstruksi saling membalik pada satu-satunya ekuivalensi ($\varnothing$) dan satu-satunya partisi ($\varnothing$) dari $\varnothing$. (b) Kesamaan $\Delta_A$. Di sini $[a]=\{x\in A:x=a\}=\{a\}$, jadi setiap blok berupa singleton. Misalnya untuk $A=\{1,2,3\}$, $\mathcal K_{\Delta_A}=\{\{1\},\{2\},\{3\}\}$. (c) Relasi penuh $A\times A$ dengan $A\ne\varnothing$. Untuk setiap $a\in A$, $[a]=A$, sehingga $\mathcal K_{A\times A}=\{A\}$. Untuk $A=\varnothing$, relasi penuhnya adalah $\varnothing$ dan keluarga kelasnya $\varnothing$, bukan $\{A\}=\{\varnothing\}$. Kasus batas ini konsisten dengan Contoh 4.2.12. ### Penerapan: mengelompokkan data menurut kriteria yang eksplisit Bagian ini adalah model kecil yang dapat dihitung tangan. Ia tidak melaporkan sistem atau perangkat lunak tertentu. Misalkan data berupa himpunan enam kata $$A=\{\text{apel},\ \text{anggur},\ \text{alpukat},\ \text{belimbing},\ \text{bayam},\ \text{cabai}\}.$$ **Kriteria 1: huruf pertama sama.** Bentuk dengan separasi pada $A\times A$ relasi $x\equiv_1 y$ jika huruf pertama $x$ sama dengan huruf pertama $y$. Setiap kata di $A$ tak kosong, sehingga huruf pertamanya tertentu secara tunggal. Relasi ini ekuivalensi karena ketiga sifatnya diwarisi dari kesamaan huruf, seperti pada Contoh 4.2.2(a). Kelas-kelasnya: $$[\text{apel}]=\{\text{apel},\text{anggur},\text{alpukat}\},\quad [\text{bayam}]=\{\text{belimbing},\text{bayam}\},\quad [\text{cabai}]=\{\text{cabai}\}.$$ Ada enam wakil tetapi tiga kelas. Ketiga himpunan itu tak kosong, saling lepas, dan bergabung menjadi $A$. Menurut Teorema 4.2.20(b), relasinya terdiri tepat dari pasangan yang kedua komponennya termuat dalam satu blok. Dengan mendaftar pasangan per blok diperoleh sembilan pasangan dari blok huruf a, empat dari blok huruf b, dan satu, yaitu $(\text{cabai},\text{cabai})$, dari blok huruf c; seluruhnya $14$ pasangan. Kriteria berbentuk "nilai atribut tertentu sama" selalu menghasilkan ekuivalensi, asalkan setiap objek mempunyai tepat satu nilai atribut itu. Bab 5 akan merumuskan pola ini dengan bahasa fungsi. **Kriteria 2: panjang kata sama.** Panjang kata-kata tersebut berturut-turut $4,6,7,9,5,5$. Relasi "panjangnya sama", juga dibentuk dengan separasi pada $A\times A$, adalah ekuivalensi dengan partisi $$\{\{\text{apel}\},\{\text{anggur}\},\{\text{alpukat}\},\{\text{belimbing}\},\{\text{bayam},\text{cabai}\}\}.$$ **Kriteria 3 (gagal): panjang berselisih paling banyak 1.** Relasi ini refleksif dan simetris. Ia tidak transitif: apel (4) dan bayam (5) berselisih 1, bayam (5) dan anggur (6) berselisih 1, tetapi apel (4) dan anggur (6) berselisih 2. Seperti pada Contoh 4.2.8, "kelompok kemiripan" yang dibentuk kriteria ini tumpang tindih dan tidak membentuk partisi. Jika suatu pengelompokan tetap diinginkan, kriteria harus diganti dengan ekuivalensi yang dinyatakan eksplisit. Alternatifnya, pengguna harus menerima bahwa rantai kemiripan menyatukan objek yang tidak saling mirip (Latihan 4.2.31). ### Catatan: ekuivalensi yang antisimetri **Proposisi 4.2.24.** Jika $\sim$ ekuivalensi pada $A$ yang juga antisimetri, maka $\sim\;=\Delta_A$. *Bukti.* Jika $x\sim y$, simetri memberi $y\sim x$, lalu antisimetri memberi $x=y$. Jadi $\sim\;\subseteq\Delta_A$. Sebaliknya, refleksivitas memberi $x\sim x$ untuk setiap $x\in A$, sehingga $\Delta_A\subseteq\;\sim$. $\blacksquare$ Jadi pada $A$, $\Delta_A$ adalah satu-satunya relasi yang sekaligus refleksif, simetris, antisimetri, dan transitif. Relasi $R$ dari 4.1 gagal antisimetri justru karena ia menggabungkan $1$ dan $2$ ke dalam satu kelas. Unit 4.4 akan menempuh arah yang berlawanan: refleksivitas dan transitivitas dipertahankan, tetapi simetri diganti antisimetri. Relasi semacam itu akan disebut urutan parsial. ### Kesalahan umum 1. **Menghitung wakil sebagai kelas.** $[1]$ dan $[2]$ pada Contoh 4.2.7 adalah satu objek, yaitu $\{1,2\}$. 2. **Menganggap $\{\varnothing\}$ sebagai partisi dari $\varnothing$.** Blok tidak boleh kosong. Partisi dari $\varnothing$ adalah $\varnothing$. 3. **Hanya memeriksa (P1) dan (P2).** Keluarga yang menutupi $A$ dengan blok tak kosong tetapi tumpang tindih bukan partisi, dan relasi turunannya bisa gagal transitif. 4. **Menyebut "kemiripan" sebagai ekuivalensi tanpa memeriksa transitivitas.** Untuk membantahnya, tampilkan tiga objek dengan kedua premis benar dan kesimpulan salah. 5. **Menulis $\{[a]:a\in A\}$ tanpa membatasi pada himpunan yang sudah ada.** Keluarga kelas dibentuk dengan separasi pada $\mathcal P(A)$ (Definisi 4.2.13). 6. **Mencampur anggota dan himpunan bagian.** Blok $B$ memenuhi $B\in\Pi$ dan $B\subseteq A$. Pernyataan $B\in A$ atau $B\subseteq\Pi$ tidak mengikuti definisi partisi. ### Latihan **Latihan 4.2.25.** Pada $A=\{1,2,3,4\}$ diberikan $$S=\{(1,1),(2,2),(3,3),(4,4),(1,3),(3,1)\}.$$ Buktikan bahwa $S$ ekuivalensi. Hitung $[a]$ untuk setiap $a\in A$, tentukan $\mathcal K_S$, lalu bentuk kembali $\sim_{\mathcal K_S}$ dan bandingkan dengan $S$. **Latihan 4.2.26.** Pada $A=\{1,2,3,4,5\}$ diberikan $\Pi=\{\{1,4\},\{2,3,5\}\}$. Periksa bahwa $\Pi$ partisi. Tuliskan semua pasangan di $\sim_\Pi$ dan hitung banyaknya. Hitung $[5]_{\sim_\Pi}$ dan $[1]_{\sim_\Pi}$ langsung dari definisi kelas, lalu cocokkan dengan Lemma 4.2.19. **Latihan 4.2.27.** Misalkan $\sim$ ekuivalensi pada $A$. Pada bukti Teorema 4.2.5, tunjukkan sifat mana (refleksif, simetris, transitif) yang dipakai di setiap implikasi. Untuk relasi $T$ dari 4.1, tentukan implikasi mana yang gagal, lengkap dengan saksinya. **Latihan 4.2.28.** Tentukan mana yang merupakan partisi dari $A=\{1,2,3,4\}$, dengan alasan: (a) $\{\{1,2\},\{2,3\},\{4\}\}$; (b) $\{\{1\},\{2,3\}\}$; (c) $\{\{1,2,3,4\}\}$; (d) $\{\{1\},\{2\},\{3\},\{4\},\varnothing\}$; (e) $\{\{1,2\},\{3,4\}\}$. **Latihan 4.2.29.** Untuk keluarga $\mathcal F=\{\{1,2\},\{2,3\},\{4\}\}$ pada $A=\{1,2,3,4\}$, definisikan $x\,\rho\,y$ jika ada $B\in\mathcal F$ dengan $x,y\in B$. Tunjukkan bahwa $\rho$ refleksif dan simetris tetapi tidak transitif, lalu tunjukkan langkah bukti Teorema 4.2.18 yang gagal. **Latihan 4.2.30.** Misalkan $\sim\;\subseteq A\times A$ refleksif dan memenuhi $$\forall x,y,z\in A\;((x\sim y\land x\sim z)\Rightarrow y\sim z).$$ Buktikan bahwa $\sim$ ekuivalensi. Sebaliknya, buktikan bahwa setiap ekuivalensi memenuhi sifat ini. **Latihan 4.2.31.** Pada $A=\{2,3,4,10\}$, definisikan $x\approx y$ jika $|x-y|\le1$. (a) Tunjukkan bahwa $\approx$ refleksif dan simetris tetapi tidak transitif. (b) Hitung $N(a)=\{x\in A:x\approx a\}$ untuk setiap $a\in A$, lalu jelaskan mengapa keluarga $$\mathcal N=\{B\in\mathcal P(A):\exists a\in A\;\forall x\,(x\in B\leftrightarrow(x\in A\land x\approx a))\}$$ bukan partisi dari $A$. (c) Tentukan partisi $\Pi$ dari $A$ dengan blok sebanyak mungkin yang memenuhi syarat: setiap pasangan $x\approx y$ termuat dalam satu blok $\Pi$. **Latihan 4.2.32 (A kosong).** Tentukan semua relasi pada $\varnothing$ dan semua himpunan bagian dari $\mathcal P(\varnothing)$. Tentukan mana yang ekuivalensi dan mana yang partisi, lalu periksa kedua bagian Teorema 4.2.20 secara langsung. **Latihan 4.2.33 (anggota versus himpunan bagian).** Misalkan $A=\{\varnothing\}$. Daftarkan semua himpunan bagian dari $\mathcal P(A)$ dan tentukan mana yang partisi dari $A$. Daftarkan pula semua relasi pada $A$ dan tentukan mana yang ekuivalensi. **Latihan 4.2.34.** Buktikan bahwa partisi dari $\{1,2,3\}$ tepat lima buah, yaitu yang terdaftar di Contoh 4.2.11. Simpulkan banyak relasi ekuivalensi pada $\{1,2,3\}$, dan tentukan partisi yang berpadanan dengan $R$ dari 4.1. **Latihan 4.2.35.** Misalkan $\sim$ ekuivalensi pada $A$ dan $a,b\in A$ dengan $[a]\ne[b]$. Buktikan bahwa untuk setiap $x\in[a]$ dan $y\in[b]$ berlaku bukan $x\sim y$. ### Pembahasan **4.2.25.** Pasangan diagonal $(1,1),\ldots,(4,4)$ termuat, sehingga $S$ refleksif. Pasangan nondiagonal hanya $(1,3)$ dan $(3,1)$, dan keduanya saling mencerminkan, sehingga $S$ simetris. Untuk transitivitas, misalkan $xSy$ dan $ySz$. Jika premis pertama diagonal, yaitu $x=y$, maka kesimpulan $xSz$ sama dengan premis kedua. Hal serupa berlaku jika $y=z$. Jika keduanya nondiagonal, maka $(x,y)$ dan $(y,z)$ berasal dari $\{(1,3),(3,1)\}$ dengan komponen tengah yang sama. Kemungkinannya hanya $(1,3),(3,1)$, yang memberi $(1,1)\in S$, atau $(3,1),(1,3)$, yang memberi $(3,3)\in S$. Kelas-kelasnya: $[1]=\{x\in A:xS1\}=\{1,3\}$, $[3]=\{x\in A:xS3\}=\{1,3\}$, $[2]=\{2\}$, $[4]=\{4\}$. Ada empat wakil tetapi tiga kelas, dan menurut Lemma 4.2.14, $\mathcal K_S=\{\{1,3\},\{2\},\{4\}\}$. Pasangan yang kedua komponennya termuat dalam satu blok adalah $(1,1),(1,3),(3,1),(3,3)$ dari blok pertama, serta $(2,2)$ dan $(4,4)$. Hasilnya tepat $S$, sesuai Teorema 4.2.20(b). **4.2.26.** $\Pi\subseteq\mathcal P(A)$, kedua blok tak kosong, gabungannya $\{1,2,3,4,5\}=A$, dan $\{1,4\}\cap\{2,3,5\}=\varnothing$. Jadi $\Pi$ partisi. Menurut Lemma 4.2.17, pasangan di $\sim_\Pi$ tepat pasangan yang kedua komponennya termuat dalam satu blok: $$\sim_\Pi=\{(1,1),(1,4),(4,1),(4,4),\,(2,2),(2,3),(2,5),(3,2),(3,3),(3,5),(5,2),(5,3),(5,5)\},$$ yaitu $4+9=13$ pasangan. Untuk $[5]$: pasangan di $\sim_\Pi$ dengan komponen kedua $5$ adalah $(2,5),(3,5),(5,5)$, sehingga $[5]=\{2,3,5\}$. Untuk $[1]$: pasangan dengan komponen kedua $1$ adalah $(1,1),(4,1)$, sehingga $[1]=\{1,4\}$. Keduanya adalah blok yang memuat wakilnya, sesuai Lemma 4.2.19. **4.2.27.** (i)$\Rightarrow$(ii): inklusi $[a]\subseteq[b]$ memakai transitivitas, sedangkan $[b]\subseteq[a]$ memakai simetri dan transitivitas. (ii)$\Rightarrow$(iii): refleksivitas, melalui $a\in[a]$. (iii)$\Rightarrow$(i): simetri dan transitivitas. Untuk $T$, refleksivitas dan simetri tersedia, sehingga (ii)$\Rightarrow$(iii) tetap berlaku. Dengan $N(a)=\{x\in A:xTa\}$ seperti di Contoh 4.2.8: - (i)$\Rightarrow$(ii) gagal: $1T2$, tetapi $N(1)=\{1,2\}\ne\{1,2,3\}=N(2)$. Saksinya $3\in N(2)\setminus N(1)$. Pada langkah transitivitas, $3T2$ dan $2T1$ tidak memberi $3T1$. - (iii)$\Rightarrow$(i) gagal: $2\in N(1)\cap N(3)$, tetapi bukan $1T3$. **4.2.28.** (a) Bukan partisi: $\{1,2\}\ne\{2,3\}$ tetapi irisannya $\{2\}$, sehingga (P3) gagal. (b) Bukan partisi: $4\notin\bigcup\{\{1\},\{2,3\}\}=\{1,2,3\}$, sehingga (P2) gagal. (c) Partisi: satu blok tak kosong yang sama dengan $A$, dan (P3) vakum karena tidak ada dua blok berbeda. (d) Bukan partisi: $\varnothing$ adalah blok, sehingga (P1) gagal, walaupun (P2) dan (P3) berlaku. (e) Partisi: kedua blok tak kosong, saling lepas, dan gabungannya $A$. **4.2.29.** Setiap $x\in A$ termuat dalam suatu anggota $\mathcal F$, sehingga $x\rho x$. Simetri berlaku karena kondisi "$x,y\in B$" simetris dalam $x$ dan $y$. Transitivitas gagal: $1\rho2$ melalui $\{1,2\}$ dan $2\rho3$ melalui $\{2,3\}$, tetapi tidak ada anggota $\mathcal F$ yang memuat $1$ dan $3$. Pada bukti Teorema 4.2.18, dari $y=2\in B\cap C$ dengan $B=\{1,2\}$ dan $C=\{2,3\}$ kita menyimpulkan $B=C$ menggunakan (P3). Langkah itu gagal karena $\mathcal F$ tidak memenuhi (P3). **4.2.30.** *Simetri.* Misalkan $x\sim y$. Refleksivitas memberi $x\sim x$. Terapkan hipotesis pada $x\sim y$ dan $x\sim x$, dengan $z:=x$, sehingga diperoleh $y\sim x$. *Transitivitas.* Misalkan $x\sim y$ dan $y\sim z$. Simetri yang baru dibuktikan memberi $y\sim x$. Terapkan hipotesis pada $y\sim x$ dan $y\sim z$, dengan peran $(x,y,z)$ diisi $(y,x,z)$, sehingga diperoleh $x\sim z$. *Sebaliknya.* Jika $\sim$ ekuivalensi, serta $x\sim y$ dan $x\sim z$, maka simetri memberi $y\sim x$, dan transitivitas pada $y\sim x$, $x\sim z$ memberi $y\sim z$. **4.2.31.** (a) $|x-x|=0\le1$ dan $|x-y|=|y-x|$. Transitivitas gagal dengan saksi $2\approx3$, $3\approx4$, tetapi $|2-4|=2>1$. (b) $N(2)=\{2,3\}$, $N(3)=\{2,3,4\}$, $N(4)=\{3,4\}$, $N(10)=\{10\}$. Seperti pada Lemma 4.2.14, $B\in\mathcal N$ jika dan hanya jika $B=N(a)$ untuk suatu $a\in A$. Jadi $\mathcal N=\{\{2,3\},\{2,3,4\},\{3,4\},\{10\}\}$. Keluarga ini ada menurut separasi pada $\mathcal P(A)$; yang gagal adalah syarat partisinya. Himpunan $N(2)\ne N(3)$ tetapi $N(2)\cap N(3)=\{2,3\}\ne\varnothing$, sehingga (P3) gagal. (c) Misalkan $\Pi$ memenuhi syarat. Pasangan $2\approx3$ memaksa $2$ dan $3$ berada dalam satu blok $B$. Pasangan $3\approx4$ memaksa $3$ dan $4$ berada dalam satu blok $C$. Karena $3\in B\cap C$, (P3) memberi $B=C$, sehingga $\{2,3,4\}\subseteq B$. Partisi $\{\{2,3,4\},\{10\}\}$ memenuhi syarat, sebab setiap pasangan $\approx$ termuat dalam salah satu bloknya. Partisi ini juga mempunyai blok sebanyak mungkin: setiap partisi yang memenuhi syarat menaruh $2,3,4$ dalam satu blok, sehingga paling banyak ada dua blok. Pengelompokan yang konsisten dengan kemiripan ini memaksa $2$ dan $4$ sekelompok, walaupun keduanya tidak mirip. **4.2.32.** $\varnothing\times\varnothing=\varnothing$, sehingga satu-satunya relasi pada $\varnothing$ adalah $\varnothing$, dan relasi ini ekuivalensi secara vakum. $\mathcal P(\varnothing)=\{\varnothing\}$ mempunyai dua himpunan bagian, yaitu $\varnothing$ dan $\{\varnothing\}$. Menurut Contoh 4.2.12, hanya $\varnothing$ yang partisi. Pemeriksaan langsung Teorema 4.2.20(a): untuk partisi $\Pi=\varnothing$, relasi $\sim_\Pi\subseteq\varnothing\times\varnothing=\varnothing$, jadi $\sim_\Pi$ adalah relasi kosong. Keluarga kelasnya kosong karena syarat pemisah menuntut saksi $a\in\varnothing$. Jadi $\mathcal K_{\sim_\Pi}=\varnothing=\Pi$. Pemeriksaan langsung Teorema 4.2.20(b): untuk relasi $\sim\;=\varnothing$, keluarga kelas $\mathcal K_\sim=\varnothing$ dengan alasan yang sama. Relasi yang dibentuk dari partisi kosong ini termuat dalam $\varnothing\times\varnothing=\varnothing$, sehingga sama dengan relasi awal $\varnothing$. **4.2.33.** $\mathcal P(A)=\{\varnothing,\{\varnothing\}\}$, sehingga himpunan bagiannya ada empat: $\varnothing$, $\{\varnothing\}$, $\{\{\varnothing\}\}$, $\{\varnothing,\{\varnothing\}\}$. - $\varnothing$: $\bigcup\varnothing=\varnothing\ne A$, sebab $\varnothing\in A$. Bukan partisi. - $\{\varnothing\}$: bloknya kosong. Bukan partisi. - $\{\{\varnothing\}\}$: satu blok $\{\varnothing\}=A$, tak kosong, dengan gabungan $A$. Ini partisi. - $\{\varnothing,\{\varnothing\}\}$: memuat blok kosong. Bukan partisi. Jadi satu-satunya partisi adalah $\{A\}=\{\{\varnothing\}\}$. Objek $\varnothing$ di sini adalah *anggota* $A$, dan sebagai *blok* ia ditolak oleh (P1). Selanjutnya, $A\times A=\{(\varnothing,\varnothing)\}$, sehingga relasi pada $A$ ada dua: $\varnothing$, yang tidak refleksif karena $A\ne\varnothing$, dan $\{(\varnothing,\varnothing)\}$, yang ekuivalensi. Satu ekuivalensi berpadanan dengan satu partisi, sesuai Teorema 4.2.20. **4.2.34.** Misalkan $\Pi$ partisi dari $A=\{1,2,3\}$. Menurut Lemma 4.2.10, ada tepat satu blok $B_1\in\Pi$ yang memuat $1$. Karena $1\in B_1\subseteq A$, $B_1$ salah satu dari $\{1\},\{1,2\},\{1,3\},\{1,2,3\}$. Setiap blok $C\in\Pi$ tak kosong menurut (P1). Jadi $C$ memuat suatu $x\in A$, dan menurut Lemma 4.2.10, $C$ adalah blok tunggal yang memuat $x$. Akibatnya $\Pi$ ditentukan penuh oleh blok-blok yang memuat $1$, $2$, dan $3$. - $B_1=A$: blok yang memuat $2$ dan blok yang memuat $3$ juga $B_1$, sehingga $\Pi=\{A\}$. - $B_1=\{1,2\}$: blok $C$ yang memuat $3$ berbeda dari $B_1$ karena $3\notin B_1$, sehingga $C\cap B_1=\varnothing$ menurut (P3). Jadi $C\subseteq\{3\}$, dan karena $3\in C$, $C=\{3\}$. Maka $\Pi=\{\{1,2\},\{3\}\}$. - $B_1=\{1,3\}$: secara serupa, $\Pi=\{\{1,3\},\{2\}\}$. - $B_1=\{1\}$: blok $C$ yang memuat $2$ berbeda dari $B_1$, sehingga saling lepas dengannya, dan $C\in\{\{2\},\{2,3\}\}$. Jika $C=\{2,3\}$, maka $\Pi=\{\{1\},\{2,3\}\}$. Jika $C=\{2\}$, blok yang memuat $3$ saling lepas dengan $\{1\}$ dan $\{2\}$, sehingga sama dengan $\{3\}$. Maka $\Pi=\{\{1\},\{2\},\{3\}\}$. Sebaliknya, kelima keluarga ini memenuhi (P1)–(P3). Setiap bloknya tak kosong dan termuat dalam $A$; gabungan blok-blok tiap keluarga adalah $\{1,2,3\}$, seperti terlihat langsung dari daftarnya; dan blok-blok yang berbeda dalam satu keluarga tidak berbagi anggota. Kelima keluarga juga saling berbeda, karena blok yang memuat $1$ atau blok yang memuat $2$ berbeda di antara mereka. Jadi partisi dari $\{1,2,3\}$ tepat lima. Menurut Teorema 4.2.20, partisi yang berbeda menghasilkan ekuivalensi yang berbeda, dan setiap ekuivalensi berasal dari suatu partisi. Jadi ada tepat lima relasi ekuivalensi pada $\{1,2,3\}$. Relasi $R$ berpadanan dengan $\{\{1,2\},\{3\}\}$ (Contoh 4.2.22). **4.2.35.** Andaikan $x\sim y$ untuk suatu $x\in[a]$ dan $y\in[b]$. Akibat 4.2.6(b) memberi $[x]=[a]$ dan $[y]=[b]$. Teorema 4.2.5 memberi $[x]=[y]$. Jadi $[a]=[b]$, bertentangan dengan hipotesis. ### Menuju 4.3 Teorema 4.2.15 memberi himpunan sah $\mathcal K_\sim\subseteq\mathcal P(A)$ yang anggotanya adalah kelas-kelas, bukan wakil-wakilnya. Di 4.3 himpunan ini diberi nama **himpunan kuosien** dan dilambangkan $A/{\sim}$. Konstruksinya tidak perlu diulang, karena keberadaannya sudah dijamin oleh separasi pada $\mathcal P(A)$. Aturan $a\mapsto[a]$ dapat dipandang sebagai pratinjau fungsi: setiap $a$ menentukan tepat satu kelas, dan setiap kelas mempunyai sekurang-kurangnya satu wakil. Dari sini belum dapat disimpulkan adanya satu pilihan wakil serentak untuk semua kelas. Akibat 4.2.6 sekaligus memunculkan persoalan utama unit berikutnya. Karena satu kelas dapat mempunyai beberapa wakil, setiap aturan yang didefinisikan melalui wakil harus diperiksa agar hasilnya tidak bergantung pada wakil yang dipilih. Di 4.3 pemeriksaan ini disebut sifat *terdefinisi dengan baik* (well-defined). Contoh utamanya adalah kongruensi modulo bilangan bulat positif $m$. ## 4.3 Kelas Ekuivalensi dan Himpunan Kuosien Di 4.2 kita membuktikan bahwa relasi ekuivalensi $\sim$ pada himpunan $A$ memecah $A$ menjadi kelas-kelas yang saling lepas. Unit ini memakai pecahan itu untuk membentuk objek baru. Gagasannya adalah memperlakukan unsur-unsur yang setara sebagai **satu** objek. Dalam aritmetika jam, misalnya, kita tidak membedakan $3$, $8$, $13$, dan $-2$ jika yang penting hanya sisa pembagiannya oleh $5$. Secara informal, kita juga tidak membedakan dua pecahan yang menyatakan rasio yang sama. Bilangan rasional belum dibangun dalam buku ini, jadi contoh ini hanya motivasi. Ada dua cara keliru untuk "mengidentifikasi". Cara pertama adalah berpura-pura bahwa $3=8$. Ini salah, karena keduanya tetap bilangan bulat yang berbeda. Cara kedua adalah memilih satu nama untuk setiap golongan dan membuang sisanya. Cara ini memerlukan pemilihan wakil dari setiap golongan, dan pemilihan semacam itu tidak selalu dapat dibenarkan tanpa argumen tambahan. Cara yang sah lebih sederhana: objek barunya adalah **kelas itu sendiri**, yaitu himpunan semua unsur yang setara. Dua bilangan yang setara tidak menjadi sama. Yang sama adalah kelasnya, dan kesamaan kelas sudah dicirikan di 4.2: $$[a]=[b]\iff a\sim b .$$ ### Himpunan kuosien **Definisi 4.3.1 (himpunan kuosien).** Misalkan $\sim$ relasi ekuivalensi pada himpunan $A$. *Himpunan kuosien* $A$ oleh $\sim$ adalah $$A/{\sim}\;:=\;\{B\in\mathcal P(A):\exists a\in A\;\forall x\;(x\in B\leftrightarrow(x\in A\land x\sim a))\}.$$ Himpunan ini ada karena dibentuk dengan separasi pada himpunan kuasa $\mathcal P(A)$, yang keberadaannya sudah dijamin di Bab 3. Ini adalah keluarga kelas $\mathcal K_\sim$ yang dibentuk di 4.2, sehingga $A/{\sim}=\mathcal K_\sim$. Kita memakai singkatan $$A/{\sim}=\{[a]:a\in A\},$$ dengan pengertian bahwa $B\in A/{\sim}$ jika dan hanya jika $B=[a]$ untuk suatu $a\in A$. Singkatan ini bukan komprehensi baru tanpa pembatas. Ia hanya cara lain menuliskan himpunan yang sudah dibatasi oleh $\mathcal P(A)$. Ada dua hal yang perlu ditekankan. 1. Anggota $A/{\sim}$ adalah kelas-kelas yang merupakan **himpunan bagian** $A$. Keanggotaan suatu kelas dalam $A$ tidak mengikuti definisi kuosien. Kalimat "$[a]\in A/{\sim}$" benar untuk $a\in A$. Kalimat "$a\in A/{\sim}$" memerlukan pemeriksaan tersendiri dan bukan arti notasi kelas tersebut. 2. Lambang $[a]$ adalah **nama** kelas, dan satu kelas dapat mempunyai banyak nama. Jika $a\sim b$ dan $a\ne b$, maka $[a]$ dan $[b]$ adalah dua nama untuk satu objek. Jadi banyaknya anggota kuosien tidak dapat dihitung dengan menghitung nama-nama wakil. **Proposisi 4.3.2 (setiap anggota kelas mewakilinya).** Misalkan $C\in A/{\sim}$ dan $c\in C$. Maka $C=[c]$. Akibatnya, jika $c,c'\in C$, maka $c\sim c'$. *Bukti.* Karena $C\in A/{\sim}$, ada $a\in A$ dengan $C=[a]$. Dari $c\in[a]$ diperoleh $c\sim a$. Menurut 4.2, $c\sim a$ berakibat $[c]=[a]=C$. Untuk bagian kedua, $[c]=C=[c']$, sehingga $c\sim c'$, juga menurut 4.2. $\square$ Proposisi ini memberi isi pada ungkapan "ambil sembarang wakil". Setiap kelas tidak kosong karena $a\in[a]$, jadi kita dapat mengambil satu unsur $c\in C$. Unsur mana pun yang diambil, kelas yang ditentukannya tetap $C$. **Contoh 4.3.3.** (a) Pada $A=\{1,2,3\}$, ambil relasi dari 4.1: $$R=\{(1,1),(2,2),(3,3),(1,2),(2,1)\}=(C\times C)\cup(D\times D),\qquad C=\{1,2\},\;D=\{3\}.$$ Di 4.2 sudah diperiksa bahwa $[1]=[2]=\{1,2\}$ dan $[3]=\{3\}$. Jadi $$A/R=\{\{1,2\},\{3\}\}.$$ Himpunan ini mempunyai dua anggota, walaupun ada tiga nama wakil $[1],[2],[3]$. (b) Pada $A=\varnothing$, relasi kosong adalah ekuivalensi. Syarat "$\exists a\in\varnothing\,(\dots)$" selalu salah, sehingga $\varnothing/{\sim}=\varnothing$. Hasilnya bukan $\{\varnothing\}$, karena $\varnothing$ bukan kelas dari unsur mana pun. **Catatan 4.3.4 (proyeksi; pratinjau Bab 5).** Aturan $a\mapsto[a]$ disebut *proyeksi* dari $A$ ke $A/{\sim}$. Ada dua fakta tentangnya. Pertama, setiap $a\in A$ menentukan tepat satu kelas, yaitu $[a]$. Kedua, setiap kelas $C$ sama dengan $[c]$ untuk suatu $c\in A$, karena kelas tidak kosong dan Proposisi 4.3.2 berlaku. Grafik aturan ini, $\{(a,[a]):a\in A\}$, dapat dibentuk dengan separasi pada $A\times(A/{\sim})$. Pembahasan fungsi secara resmi, termasuk istilah surjeksi, menunggu Bab 5. Yang **tidak** kita klaim adalah arah sebaliknya, yaitu adanya aturan yang memilih **satu wakil tertentu** dari **setiap** kelas sekaligus. Fakta "setiap kelas tak kosong" hanya mengizinkan kita mengambil wakil dari kelas yang sedang ditinjau. Fakta itu tidak memberi pilihan serentak untuk semua kelas. Unit ini tidak memerlukan pilihan serentak. Pada contoh modulo $m$ di bawah, pembagian Euclid justru memberi wakil kanonik yang didefinisikan secara eksplisit, sehingga tidak ada pemilihan yang perlu dibenarkan. ### Kongruensi modulo $m$ Bilangan bulat dan aritmetika elementernya (penjumlahan, perkalian, urutan $<$, nilai mutlak, dan hukum-hukum yang biasa) **dipinjam** di sini sebagai bahan contoh. Konstruksinya dari teori himpunan dilakukan kemudian. Sepanjang bagian ini, $m$ adalah bilangan bulat dengan $m>0$. Rumusan ini dipilih dengan sengaja. Kita tidak menulis $m\in\mathbb N$, karena dengan konvensi buku $\mathbb N=\{0,1,2,\ldots\}$ rumusan itu akan memasukkan $m=0$. **Definisi 4.3.5.** Untuk $m,t\in\mathbb Z$, tulis $m\mid t$ (dibaca "$m$ membagi $t$") jika ada $k\in\mathbb Z$ dengan $t=mk$. Bilangan $k$ disebut *saksi*. Untuk $x,y\in\mathbb Z$ dan $m>0$ didefinisikan $$x\equiv y\pmod m\quad:\Longleftrightarrow\quad m\mid(x-y).$$ Sebagai himpunan, relasinya adalah $\{(x,y)\in\mathbb Z\times\mathbb Z: m\mid(x-y)\}$, yang dibentuk dengan separasi pada $\mathbb Z\times\mathbb Z$. Kelas $x$ terhadap relasi ini ditulis $[x]$, atau $[x]_m$ bila modulusnya perlu disebut. Kuosiennya ditulis $\mathbb Z/m\mathbb Z$. Lambang ini dibaca sebagai satu nama untuk $\mathbb Z/{\equiv_m}$. Alasan penamaannya terlihat dari Proposisi 4.3.7, dengan $m\mathbb Z:=0+m\mathbb Z=[0]$. **Proposisi 4.3.6.** Untuk setiap bilangan bulat $m>0$, relasi $\equiv\pmod m$ adalah relasi ekuivalensi pada $\mathbb Z$. *Bukti.* Ambil sembarang $x,y,z\in\mathbb Z$. *Refleksif.* $x-x=0=m\cdot 0$. Saksi $k=0$ menunjukkan $m\mid(x-x)$, jadi $x\equiv x$. *Simetris.* Misalkan $x\equiv y$, yaitu $x-y=mk$ untuk suatu $k\in\mathbb Z$. Maka $y-x=-(x-y)=m(-k)$, dan $-k\in\mathbb Z$. Jadi $y\equiv x$. *Transitif.* Misalkan $x\equiv y$ dan $y\equiv z$, yaitu $x-y=mk$ dan $y-z=m\ell$ untuk suatu $k,\ell\in\mathbb Z$. Maka $$x-z=(x-y)+(y-z)=mk+m\ell=m(k+\ell),$$ dan $k+\ell\in\mathbb Z$. Jadi $x\equiv z$. $\square$ Bukti ini tidak memakai pembagian Euclid. Bukti ini juga tidak memakai syarat $m>0$. Syarat itu baru diperlukan saat kita **menghitung** kelas (lihat Catatan 4.3.13). **Proposisi 4.3.7 (deskripsi kelas).** Untuk $r\in\mathbb Z$ didefinisikan, dengan separasi pada $\mathbb Z$, $$r+m\mathbb Z:=\{x\in\mathbb Z:\exists k\in\mathbb Z\;(x=r+mk)\},$$ yang biasa ditulis $\{r+mk:k\in\mathbb Z\}$. Maka $$[r]=\{x\in\mathbb Z:m\mid(x-r)\}=r+m\mathbb Z .$$ *Bukti.* Kesamaan pertama adalah definisi kelas: $x\in[r]$ jika dan hanya jika $x\in\mathbb Z$ dan $x\equiv r$, yaitu $m\mid(x-r)$. Kesamaan kedua dibuktikan dengan dua inklusi. ($\subseteq$) Jika $x\in[r]$, ada $k\in\mathbb Z$ dengan $x-r=mk$. Maka $x=r+mk$, sehingga $x\in r+m\mathbb Z$. ($\supseteq$) Jika $x\in r+m\mathbb Z$, ada $k\in\mathbb Z$ dengan $x=r+mk$. Maka $x-r=mk$, sehingga $m\mid(x-r)$ dan $x\in[r]$. $\square$ Bentuk $r+m\mathbb Z$ adalah **deskripsi lain** dari himpunan yang keberadaannya sudah dijamin. Ia bukan cara kedua untuk membentuk objek tersebut. ### Pembagian Euclid sebagai prasyarat yang dinyatakan Untuk membuktikan bahwa ada **tepat** $m$ kelas, kita perlu dua fakta. Pertama, setiap bilangan bulat setara dengan salah satu dari $0,1,\ldots,m-1$. Kedua, bilangan-bilangan itu tidak saling setara. Fakta pertama memerlukan suatu sifat bilangan bulat yang belum kita buktikan, jadi kita menyatakannya secara terbuka. **Lemma 4.3.8.** Misalkan $m>0$, $t\in\mathbb Z$, $m\mid t$, dan $|t|0$, ada **tepat satu** pasangan $q,r\in\mathbb Z$ dengan $$x=mq+r\qquad\text{dan}\qquad 0\le r0$: (a) $\mathbb Z/m\mathbb Z=\{[0],[1],\ldots,[m-1]\}$; (b) untuk $0\le r,s0$. Yang benar-benar dikeluarkan hanyalah $m=0$, yaitu relasi kesamaan, dengan alasan di atas. Syarat $m>0$ juga membuat syarat sisa $0\le r0$ dan $a,a',b,b'\in\mathbb Z$ memenuhi $a\equiv a'$ dan $b\equiv b'\pmod m$. Maka $$a+b\equiv a'+b'\qquad\text{dan}\qquad ab\equiv a'b'\pmod m .$$ *Bukti.* Tulis $a-a'=mk$ dan $b-b'=m\ell$ dengan $k,\ell\in\mathbb Z$. *Penjumlahan:* $$(a+b)-(a'+b')=(a-a')+(b-b')=mk+m\ell=m(k+\ell).$$ *Perkalian:* dengan menambah dan mengurangkan $a'b$, $$ab-a'b'=(ab-a'b)+(a'b-a'b')=(a-a')b+a'(b-b')=mkb+a'm\ell=m(kb+a'\ell).$$ Karena $k+\ell$ dan $kb+a'\ell$ bilangan bulat, kedua selisih habis dibagi $m$. $\square$ **Definisi 4.3.16 (penjumlahan dan perkalian kelas).** Untuk $C,D\in\mathbb Z/m\mathbb Z$, definisikan $C\oplus D$ sebagai satu-satunya $E\in\mathbb Z/m\mathbb Z$ sehingga $E=[a+b]$ untuk suatu $a\in C$ dan $b\in D$. Definisikan $C\odot D$ dengan cara yang sama memakai $[ab]$. Definisi ini sah karena dua alasan. *Keberadaan.* $C$ dan $D$ tidak kosong. Ambil satu $a\in C$ dan satu $b\in D$; ini dua pengambilan dari dua himpunan tertentu, bukan pemilihan serentak. Maka $E=[a+b]$ memenuhi syarat. *Ketunggalan.* Misalkan $E=[a+b]$ dan $E'=[a'+b']$ dengan $a,a'\in C$ dan $b,b'\in D$. Menurut Proposisi 4.3.2, $a\equiv a'$ dan $b\equiv b'$. Menurut Lemma 4.3.15, $a+b\equiv a'+b'$, sehingga $E=E'$ menurut 4.2. Argumen yang sama, dengan bagian perkalian Lemma 4.3.15, berlaku untuk $\odot$. Akibatnya aturan $[a]\oplus[b]=[a+b]$ dan $[a]\odot[b]=[ab]$ berlaku untuk **setiap** pilihan wakil. Kita tidak akan mengembangkan sifat-sifat aljabar operasi ini (asosiatif, distributif, dan seterusnya) di bab ini. **Contoh 4.3.17 (modulo 5).** $[8]\oplus[-7]=[8+(-7)]=[1]$. Karena $8=5\cdot1+3$ dan $-7=5\cdot(-2)+3$, wakil kanonik kedua kelas adalah $3$ dan $3$. Dengan wakil itu, $[3]\oplus[3]=[6]$, dan $6=5\cdot1+1$, sehingga $[6]=[1]$. Hasilnya sama. $[8]\odot[-7]=[-56]$, dan $-56=5\cdot(-12)+4$, sehingga hasilnya $[4]$. Dengan wakil $3,3$ diperoleh $[9]$, dan $9=5\cdot1+4$, sehingga $[9]=[4]$. Hasilnya sama. **Contoh 4.3.18 (aturan yang gagal: "ambil wakilnya").** Misalkan kita mencoba mendefinisikan aturan $F$ dari $\mathbb Z/m\mathbb Z$ ke $\mathbb Z$ dengan $F([a])=a$. Sasarannya $\mathbb Z$, jadi yang harus diperiksa adalah kesamaan **bilangan**. Untuk $m>0$ berlaku $m-0=m\cdot1$, sehingga $[0]=[m]$. Aturan itu memberi $F([0])=0$ dan $F([m])=m$ untuk kelas yang sama, padahal $0\ne m$. Syarat (2) Proposisi 4.3.14 gagal, sehingga "$F$" tidak menetapkan nilai. Kegagalan ini tidak bertentangan dengan adanya wakil kanonik. Aturan "kirim $C$ ke satu-satunya $r\in C$ dengan $0\le ra$. Jadi $C\prec D$ untuk semua $C,D$, termasuk $[0]\prec[0]$. - Versi "untuk **semua** wakil", yaitu $C\prec D$ jika $ab$, sehingga syarat "$a'0\}$. Definisikan relasi pada $P$ dengan $a\preceq b$ jika dan hanya jika $a\mid b$. Maka $(P,\preceq)$ adalah poset. Selain itu, untuk $a,b\in P$, $a\mid b$ mengakibatkan $a\le b$. *Bukti.* *Refleksif.* Untuk $a\in P$, berlaku $a=a\cdot 1$. Jadi $a\mid a$. *Transitif.* Misalkan $b=ak$ dan $c=b\ell$ dengan $k,\ell\in\mathbb Z$. Maka $c=a(k\ell)$, dan $k\ell\in\mathbb Z$. Jadi $a\mid c$. *Sebuah lema kecil.* Misalkan $a,b\in P$ dan $b=ak$. Maka $k>0$. Seandainya $k\le 0$, maka $ak\le 0$ karena $a>0$. Ini bertentangan dengan $ak=b>0$. Akibatnya $k\ge 1$, sehingga $b=ak\ge a$. Ini membuktikan klaim terakhir proposisi. *Antisimetri.* Misalkan $b=ak$ dan $a=b\ell$. Menurut lema, $k\ge1$ dan $\ell\ge1$. Dari kedua persamaan diperoleh $a=a(k\ell)$, sehingga $a(k\ell-1)=0$. Karena $a>0$, berlaku $a\neq0$, sehingga $k\ell=1$. Seandainya $k\ge2$, maka $k\ell\ge 2\ell\ge2$, suatu kontradiksi. Jadi $k=1$ dan $b=a$. $\blacksquare$ Positivitas dipakai pada dua tempat. Pertama, pada lema, untuk menyimpulkan $k>0$. Kedua, untuk menjamin $a\neq0$ pada langkah antisimetri. Positivitas tidak dapat dibuang. Pada seluruh $\mathbb Z$, keterbagian tetap refleksif dan transitif, karena bukti kedua sifat itu tidak memakai tanda. Namun antisimetri gagal. Dari $-2=2\cdot(-1)$ dan $2=(-2)\cdot(-1)$ diperoleh $2\mid -2$ dan $-2\mid 2$, padahal $2\neq-2$. Jadi keterbagian pada $\mathbb Z$ bukan urutan parsial. ### Urutan ketat yang bersesuaian Dalam percakapan sehari-hari, "lebih kecil" sering berarti "lebih kecil dan tidak sama". Kita memformalkan pengertian ini. **Definisi 4.4.4 (bagian ketat, diagonal).** Misalkan $(S,\preceq)$ poset. *Diagonal* $S$ adalah $$\Delta_S=\{p\in S\times S:\exists x\in S\;(p=(x,x))\}.$$ *Bagian ketat* dari $\preceq$ adalah $${\prec}=\{p\in S\times S:\exists x,y\in S\;(p=(x,y)\land x\preceq y\land x\neq y)\}.$$ Jadi $x\prec y$ berarti $x\preceq y$ dan $x\neq y$. Kedua himpunan ini diperoleh dengan separasi pada $S\times S$, sehingga keberadaannya terjamin. Menurut sifat pasangan berurutan dari Unit 4.1, $(x,y)=(x',x')$ jika dan hanya jika $x=x'$ dan $y=x'$. Akibatnya, untuk $x,y\in S$, berlaku $(x,y)\in\Delta_S$ jika dan hanya jika $x=y$. Fakta ini akan dipakai berulang kali. **Proposisi 4.4.5.** Bagian ketat $\prec$ dari suatu urutan parsial memiliki tiga sifat berikut. - *Irrefleksif:* tidak ada $x\in S$ dengan $x\prec x$. - *Transitif:* jika $x\prec y$ dan $y\prec z$, maka $x\prec z$. - *Asimetris:* tidak ada $x,y\in S$ dengan $x\prec y$ dan $y\prec x$. *Bukti.* *Irrefleksif.* Pernyataan $x\prec x$ mensyaratkan $x\neq x$, dan itu mustahil. *Transitif.* Misalkan $x\prec y$ dan $y\prec z$. Dari $x\preceq y$ dan $y\preceq z$, transitivitas $\preceq$ memberi $x\preceq z$. Tinggal ditunjukkan $x\neq z$. Seandainya $x=z$, maka $y\preceq z$ berarti $y\preceq x$. Bersama $x\preceq y$, antisimetri memberi $x=y$. Ini bertentangan dengan $x\prec y$. *Asimetris.* Jika $x\prec y$ dan $y\prec x$, transitivitas memberi $x\prec x$, bertentangan dengan irrefleksivitas. $\blacksquare$ Transitivitas bagian ketat bukan sekadar warisan dari transitivitas $\preceq$. Untuk menjamin kesimpulannya tetap ketat, antisimetri ikut diperlukan. **Definisi 4.4.6 (urutan ketat).** Relasi $\sqsubset$ pada $S$ disebut *urutan ketat* jika ia irrefleksif dan transitif. Lambang $\sqsubset$ dipakai untuk urutan ketat sembarang, agar tidak tertukar dengan $<$ pada bilangan. Proposisi berikut menunjukkan bahwa urutan parsial dan urutan ketat adalah dua cara menyimpan informasi yang sama. Untuk berpindah dari yang ketat ke yang parsial, kita cukup *menambahkan diagonal*. **Proposisi 4.4.7.** (a) Jika $\preceq$ urutan parsial pada $S$ dengan bagian ketat $\prec$, maka $\prec$ adalah urutan ketat dan ${\preceq}={\prec}\cup\Delta_S$. (b) Jika $\sqsubset$ urutan ketat pada $S$, maka ${\sqsubseteq}:={\sqsubset}\cup\Delta_S$ adalah urutan parsial pada $S$, dan bagian ketatnya tepat $\sqsubset$. *Bukti.* (a) Proposisi 4.4.5 menunjukkan bahwa $\prec$ urutan ketat. Kesamaan himpunan dibuktikan dengan dua inklusi. - Misalkan $x\preceq y$. Jika $x=y$, maka $(x,y)\in\Delta_S$. Jika $x\neq y$, maka $x\prec y$. - Sebaliknya, ${\prec}\subseteq{\preceq}$ menurut definisi, dan $\Delta_S\subseteq{\preceq}$ karena $\preceq$ refleksif. (b) Kita periksa tiga sifat, lalu bagian ketatnya. *Refleksif.* Untuk setiap $x\in S$, berlaku $(x,x)\in\Delta_S\subseteq{\sqsubseteq}$. *Antisimetri.* Misalkan $x\sqsubseteq y$ dan $y\sqsubseteq x$, dan andaikan $x\neq y$. Maka $(x,y)\notin\Delta_S$ dan $(y,x)\notin\Delta_S$. Akibatnya $x\sqsubset y$ dan $y\sqsubset x$. Transitivitas memberi $x\sqsubset x$, bertentangan dengan irrefleksivitas. Jadi $x=y$. *Transitif.* Misalkan $x\sqsubseteq y$ dan $y\sqsubseteq z$. - Jika $x=y$, maka $x\sqsubseteq z$ tidak lain adalah $y\sqsubseteq z$. - Jika $y=z$, maka $x\sqsubseteq z$ tidak lain adalah $x\sqsubseteq y$. - Jika $x\ne y$ dan $y\ne z$, maka $x\sqsubset y$ dan $y\sqsubset z$. Akibatnya $x\sqsubset z$, sehingga $x\sqsubseteq z$. *Bagian ketat.* Misalkan $x\sqsubseteq y$ dan $x\neq y$. Maka $(x,y)\notin\Delta_S$, sehingga $x\sqsubset y$. Sebaliknya, misalkan $x\sqsubset y$. Maka $x\sqsubseteq y$. Selain itu $x\neq y$, sebab $x\sqsubset x$ mustahil. $\blacksquare$ ### Komparabilitas dan urutan total **Definisi 4.4.8.** Misalkan $(S,\preceq)$ poset. Dua unsur $x,y\in S$ *sebanding* jika $x\preceq y$ atau $y\preceq x$. Jika tidak, keduanya *tak sebanding*, ditulis $x\parallel y$. Poset disebut *terurut total* (atau *linear*) jika setiap dua unsurnya sebanding. Beberapa contoh: - $(\mathbb Z,\le)$ terurut total. - Pada keterbagian bilangan positif, $2\parallel3$. Seandainya $3=2k$, Proposisi 4.4.3 memaksa $k$ bulat positif. Namun $k=1$ memberi $2$, sedangkan $k\ge2$ memberi paling sedikit $4$. Jadi $2\nmid3$. Selain itu $3\nmid 2$, karena $3>2$ dan Proposisi 4.4.3. - Pada $(\mathcal P(\{1,2\}),\subseteq)$, berlaku $\{1\}\parallel\{2\}$. Kata "parsial" berarti "tidak harus total", bukan "pasti tidak total". Setiap urutan total adalah urutan parsial. ### Minimal dan maksimal; terkecil dan terbesar **Definisi 4.4.9.** Misalkan $(S,\preceq)$ poset dan $\prec$ bagian ketatnya. - $m\in S$ *minimal* jika tidak ada $y\in S$ dengan $y\prec m$. - $m\in S$ *maksimal* jika tidak ada $y\in S$ dengan $m\prec y$. - $\ell\in S$ *terkecil* jika $\ell\preceq y$ untuk setiap $y\in S$. - $g\in S$ *terbesar* jika $y\preceq g$ untuk setiap $y\in S$. Kedua pasang pengertian ini berbeda secara mendasar. Unsur minimal hanya menjamin bahwa *tidak ada unsur yang secara ketat berada di bawahnya*. Ia tidak mengatakan apa pun tentang unsur yang tak sebanding dengannya. Unsur terkecil menuntut lebih banyak, yaitu ia *berada di bawah semua unsur*. Perbedaannya juga tampak pada kuantifikator. Minimalitas adalah pernyataan negatif "tidak ada $y$", sedangkan keterkecilan adalah pernyataan universal "untuk setiap $y$". **Proposisi 4.4.10 (keunikan).** Suatu poset memiliki paling banyak satu unsur terkecil dan paling banyak satu unsur terbesar. *Bukti.* Misalkan $\ell$ dan $\ell'$ keduanya terkecil. Karena $\ell$ terkecil dan $\ell'\in S$, berlaku $\ell\preceq\ell'$. Karena $\ell'$ terkecil, berlaku $\ell'\preceq\ell$. Antisimetri memberi $\ell=\ell'$. Argumen untuk terbesar sama, dengan arah dibalik. $\blacksquare$ Karena keunikan ini, bila unsur terkecil ada, kita boleh menyebutnya *unsur terkecil* dengan kata sandang tentu. Untuk unsur minimal, keunikan semacam itu tidak berlaku, seperti diperlihatkan Contoh 4.4.13. **Proposisi 4.4.11.** Jika $\ell$ unsur terkecil, maka $\ell$ minimal, dan $\ell$ adalah satu-satunya unsur minimal. Pernyataan serupa berlaku untuk unsur terbesar dan unsur maksimal. *Bukti.* *$\ell$ minimal.* Misalkan ada $y\in S$ dengan $y\prec\ell$. Maka $y\preceq\ell$. Karena $\ell$ terkecil, juga $\ell\preceq y$. Antisimetri memberi $y=\ell$, bertentangan dengan $y\neq\ell$. *Satu-satunya.* Misalkan $m$ minimal. Karena $\ell$ terkecil, $\ell\preceq m$. Seandainya $\ell\neq m$, maka $\ell\prec m$, bertentangan dengan minimalitas $m$. Jadi $m=\ell$. Kasus terbesar diperoleh dengan membalik arah. $\blacksquare$ **Akibat 4.4.12.** Jika suatu poset memiliki dua unsur minimal yang berbeda, maka ia tidak memiliki unsur terkecil. Hal yang sama berlaku untuk dua unsur maksimal yang berbeda dan unsur terbesar. Unsur minimal juga tidak selalu ada. $(\mathbb Z,\le)$ tidak memiliki unsur minimal, sebab untuk setiap $m$ berlaku $m-10$ memaksa $a\le b$. Jadi $a\mid b$ tidak mungkin terjadi. *Tanda – di atas diagonal.* Hanya ada dua posisi seperti ini. Pada keduanya, faktor $k$ harus bulat positif menurut Proposisi 4.4.3. - $2\nmid 3$: faktor $k=1$ memberi $2$, sedangkan $k\ge2$ memberi paling sedikit $4$. - $12\nmid18$: faktor $k=1$ memberi $12$, sedangkan $k\ge2$ memberi paling sedikit $24$. Dari tabel diperoleh hal-hal berikut. - **Relasi penuh** memuat $4+4+3+1+1=13$ pasangan. Lima di antaranya adalah pasangan diagonal $(2,2),(3,3),(6,6),(12,12),(18,18)$. - **Bagian ketat** memuat delapan pasangan: $$(2,6),(2,12),(2,18),(3,6),(3,12),(3,18),(6,12),(6,18).$$ - **Pasangan tak sebanding.** Dari $\binom52=10$ pasangan unsur berbeda, delapan sebanding. Dua sisanya tak sebanding, yaitu $2\parallel3$ dan $12\parallel18$. - **Minimal.** Unsur $m$ minimal tepat ketika kolom $m$ hanya memuat ✓ pada diagonal. Hal ini terjadi untuk kolom $2$ dan $3$. Jadi unsur minimalnya adalah $2$ dan $3$. Unsur $6$, $12$, dan $18$ tidak minimal karena $2\prec 6$, $2\prec 12$, dan $2\prec 18$. - **Maksimal.** Dengan cara yang sama, unsur $m$ maksimal tepat ketika baris $m$ hanya memuat ✓ pada diagonal. Jadi unsur maksimalnya adalah $12$ dan $18$. Unsur $2$, $3$, dan $6$ tidak maksimal karena $2\prec 6$, $3\prec 6$, dan $6\prec 12$. - **Tidak ada unsur terkecil maupun terbesar.** Ada dua unsur minimal yang berbeda dan dua unsur maksimal yang berbeda, sehingga Akibat 4.4.12 berlaku. Hal ini juga terlihat langsung. Unsur terkecil harus membagi $2$ dan $3$, padahal kolom $2$ dan kolom $3$ tidak memiliki tanda ✓ pada baris yang sama. Unsur terbesar harus habis dibagi $12$ dan $18$, padahal baris $12$ dan baris $18$ tidak memiliki tanda ✓ pada kolom yang sama. ### Relasi penutup Tabel lengkap memuat banyak informasi yang berulang. Misalnya, $2\prec12$ sudah dapat disimpulkan dari $2\prec6$ dan $6\prec12$. Kita mencari pasangan "langkah terpendek" yang cukup untuk memulihkan seluruh relasi. **Definisi 4.4.14 (penutup).** Misalkan $(S,\preceq)$ poset. Unsur $y$ *menutupi* $x$, ditulis $x\lessdot y$, jika $x\prec y$ dan tidak ada $z\in S$ dengan $x\prec z$ dan $z\prec y$. Kedua ketaksamaan dalam syarat "tidak ada $z$" harus **ketat**. Andaikan syarat itu ditulis "tidak ada $z\in S$ dengan $x\preceq z\preceq y$". Untuk setiap $x\preceq y$, pilihan $z=x$ sudah memenuhi $x\preceq x\preceq y$. Akibatnya tidak ada pasangan $x,y$ dengan $y$ menutupi $x$, dan relasi penutup yang dihasilkan selalu kosong. Perhatikan pula bahwa $z$ berkisar pada $S$, sehingga relasi penutup bergantung pada himpunan yang dipakai. Dalam poset $\{2,12\}$ dengan keterbagian, berlaku $2\lessdot12$, karena tidak ada unsur lain yang dapat menyela. Dalam $S$ di atas, $2\not\lessdot12$ karena $6$ menyela. **Contoh 4.4.15 (penutup pada $S$).** Kita memeriksa kedelapan pasangan ketat dari Contoh 4.4.13. Untuk setiap pasangan $(x,y)$, kita mencari $z\in S$ dengan $x\prec z\prec y$. Calon $z$ harus berada pada baris $x$ (di luar diagonal) sekaligus pada kolom $y$ (di luar diagonal). | pasangan $x\prec y$ | penyela $z$ | penutup? | |---|---|---| | $(2,6)$ | baris 2 di luar diagonal: $6,12,18$; yang membagi $6$ dan $\neq6$: tidak ada | ya | | $(3,6)$ | baris 3 di luar diagonal: $6,12,18$; yang membagi $6$ dan $\neq6$: tidak ada | ya | | $(6,12)$ | baris 6 di luar diagonal: $12,18$; yang membagi $12$ dan $\neq12$: tidak ada | ya | | $(6,18)$ | baris 6 di luar diagonal: $12,18$; yang membagi $18$ dan $\neq18$: tidak ada | ya | | $(2,12)$ | $z=6$ | tidak | | $(2,18)$ | $z=6$ | tidak | | $(3,12)$ | $z=6$ | tidak | | $(3,18)$ | $z=6$ | tidak | Jadi relasi penutup pada $S$ terdiri tepat dari empat pasangan: $$2\lessdot6,\qquad 3\lessdot6,\qquad 6\lessdot12,\qquad 6\lessdot18.$$ ### Diagram Hasse untuk poset berhingga **Definisi 4.4.16 (konvensi diagram Hasse).** Misalkan $(S,\preceq)$ poset berhingga, artinya unsur-unsurnya dapat didaftar habis. Definisi formal keberhinggaan menyusul pada bab-bab berikutnya. *Diagram Hasse* untuk $(S,\preceq)$ dibuat sebagai berikut. 1. Setiap unsur $S$ digambar sebagai satu titik. 2. Untuk setiap $x\lessdot y$, titik $y$ diletakkan lebih tinggi daripada titik $x$, lalu keduanya dihubungkan dengan satu ruas garis. 3. Tidak ada ruas garis lain. Karena arah selalu dibaca *ke atas*, ruas garis tidak perlu diberi panah. Ada dua jenis informasi yang sengaja dihilangkan. - **Gelung** $(x,x)$ dihilangkan, karena refleksivitas sudah diketahui. - **Ruas yang dapat ditempuh lewat jalur naik**, seperti $2$ ke $12$, juga dihilangkan, karena ia dipulihkan oleh transitivitas. Pembatasan pada poset berhingga bukan sekadar soal kepraktisan menggambar. Pada $(\mathbb Q,\le)$, tidak ada unsur yang menutupi unsur lain (Latihan 4.4.30). "Diagram" yang dibuat dengan aturan yang sama hanya berupa titik-titik tanpa ruas, sehingga tidak menyimpan informasi apa pun tentang urutan. **Proposisi 4.4.17 (rekonstruksi untuk poset berhingga; dengan prasyarat pinjaman).** Misalkan $(S,\preceq)$ poset berhingga dan $x,y\in S$. Maka $x\preceq y$ jika dan hanya jika salah satu dari dua hal berikut berlaku. - $x=y$ (bagian diagonal); atau - ada $n\ge1$ dan unsur $z_0,z_1,\ldots,z_n\in S$ dengan $z_0=x$, $z_n=y$, dan $z_{i-1}\lessdot z_i$ untuk setiap $i=1,\ldots,n$. Dengan kata lain, ada jalur naik dari $x$ ke $y$ dalam diagram. **Prasyarat yang dipinjam.** Bukti ini memakai induksi pada bilangan asli, termasuk bentuk induksi kuat, dan fakta dasar ukuran himpunan berhingga: jika $B$ himpunan bagian sejati dari himpunan berhingga $C$, maka $|B|<|C|$. Keduanya diterima di sini sebagai prasyarat; fondasi umumnya belum dibangun dalam bab ini. Daftar berhingga dan penyambungannya juga dipakai dengan pengertian yang sama seperti pada uraian diagram. *Bukti.* Jika $x=y$, refleksivitas memberi $x\preceq y$. Jika terdapat jalur penutup dari $x$ ke $y$ dengan panjang $n\ge1$, kita buktikan $x\prec y$ dengan induksi pada $n$. Untuk $n=1$, $x\lessdot y$ langsung memberi $x\prec y$. Untuk langkah induksi, misalkan $z_0\lessdot z_1\lessdot\cdots\lessdot z_{n+1}$. Hipotesis induksi pada $n$ ruas pertama memberi $z_0\prec z_n$, sedangkan ruas terakhir memberi $z_n\prec z_{n+1}$. Transitivitas bagian ketat (Proposisi 4.4.5) memberi $z_0\prec z_{n+1}$. Jadi setiap jalur penutup berpanjang positif memberikan $x\prec y$, dan karena itu $x\preceq y$. Sebaliknya, misalkan $x\preceq y$. Kasus $x=y$ sudah memenuhi alternatif pertama, jadi cukup menangani $x\prec y$. Bentuk interval urutan dengan separasi pada $S$: $$I(x,y):=\{u\in S:x\preceq u\ \land\ u\preceq y\}.$$ Interval ini berhingga karena merupakan himpunan bagian dari $S$, dan memuat dua unsur berbeda $x,y$. Kita memakai induksi kuat pada $k=|I(x,y)|\ge2$ untuk membuktikan bahwa setiap pasangan ketat dengan interval berukuran $k$ dapat dihubungkan oleh jalur penutup dalam poset $(S,\preceq)$. *Dasar $k=2$.* Karena $x,y\in I(x,y)$ dan keduanya berbeda, $I(x,y)=\{x,y\}$. Tidak ada $z\in S$ dengan $x\prec z\prec y$: unsur semacam itu akan menjadi anggota ketiga interval. Jadi $x\lessdot y$, dan satu ruas sudah menjadi jalur yang diminta. *Langkah induksi.* Misalkan $k>2$, dan hasil berlaku untuk setiap pasangan ketat yang intervalnya berukuran kurang dari $k$. Ambil $x\prec y$ dengan $|I(x,y)|=k$. Jika $x\lessdot y$, selesai. Jika bukan, definisi penutup memberikan $z\in S$ dengan $x\prec z\prec y$. Kita periksa ukuran kedua interval yang lebih pendek. Jika $u\in I(x,z)$, maka $x\preceq u\preceq z\preceq y$; transitivitas memberi $u\in I(x,y)$. Jadi $I(x,z)\subseteq I(x,y)$. Akan tetapi, $y\notin I(x,z)$: jika $y\preceq z$, bersama $z\preceq y$ antisimetri memberi $y=z$, bertentangan dengan $z\prec y$. Karena $y\in I(x,y)$, inklusi tersebut sejati. Demikian pula, jika $u\in I(z,y)$, maka $x\preceq z\preceq u\preceq y$, sehingga $u\in I(x,y)$. Unsur $x$ tidak berada dalam $I(z,y)$, sebab $z\preceq x$ bersama $x\preceq z$ akan memberi $z=x$, bertentangan dengan $x\prec z$. Maka $I(z,y)\subsetneq I(x,y)$ juga. Fakta ukuran berhingga yang dipinjam memberi $$|I(x,z)| B A --> C B --> D C --> D D --> E ``` Uraian lengkap gambar: $A$ adalah prasyarat langsung bagi $B$ dan $C$. Keduanya, $B$ dan $C$, adalah prasyarat langsung bagi $D$. Lalu $D$ adalah prasyarat langsung bagi $E$. Tidak ada sisi lain. *Seluruh lintasan.* Simpul $E$ tidak memiliki sisi keluar, dan setiap simpul lain hanya memiliki sisi keluar yang tercantum di atas. Karena itu semua lintasan dapat didaftar habis dengan memperpanjang setiap lintasan sejauh sisi keluar memungkinkan: - dari $E$: tidak ada; - dari $D$: $(D,E)$; - dari $B$: $(B,D)$, $(B,D,E)$; - dari $C$: $(C,D)$, $(C,D,E)$; - dari $A$: $(A,B)$, $(A,B,D)$, $(A,B,D,E)$, $(A,C)$, $(A,C,D)$, $(A,C,D,E)$. Tidak satu pun lintasan berakhir di simpul awalnya, jadi graf ini DAG. *Keterjangkauan.* Dengan mengambil pasangan (awal, akhir) dari setiap lintasan, diperoleh tepat sembilan pasangan ketat: $$A\prec_K B,\ A\prec_K C,\ A\prec_K D,\ A\prec_K E,\ B\prec_K D,\ B\prec_K E,\ C\prec_K D,\ C\prec_K E,\ D\prec_K E.$$ Lima pasangan adalah sisi asli. Empat pasangan lainnya, yaitu $(A,D)$, $(A,E)$, $(B,E)$, dan $(C,E)$, muncul dari transitivitas. Dengan menambahkan lima pasangan diagonal, Proposisi 4.4.21(c) memberi poset $(V,\preceq_K)$ dengan $14$ pasangan. *Penutup.* Kita memeriksa setiap pasangan ketat. - $(A,D)$ disela $B$. Pasangan $(A,E)$, $(B,E)$, dan $(C,E)$ masing-masing disela $D$. Jadi keempatnya bukan penutup. - $(A,B)$ adalah penutup. Penyela $z$ harus memenuhi $z\prec_K B$, padahal satu-satunya simpul yang menjangkau $B$ adalah $A$, dan $A\prec_K A$ mustahil. Hal yang sama berlaku untuk $(A,C)$. - $(B,D)$ adalah penutup. Penyela $z$ harus memenuhi $B\prec_K z$, sehingga $z\in\{D,E\}$, dan juga $z\prec_K D$. Namun $D\prec_K D$ mustahil dan $E$ tidak menjangkau $D$. Hal yang sama berlaku untuk $(C,D)$. - $(D,E)$ adalah penutup. Satu-satunya simpul yang dijangkau $D$ adalah $E$ sendiri, dan $E\prec_K E$ mustahil. Jadi penutupnya tepat kelima sisi asli. Diagram Hasse-nya menempatkan $A$ di bawah, $B$ dan $C$ sejajar di atasnya, lalu $D$, dan $E$ paling atas. Ruasnya adalah $A$–$B$, $A$–$C$, $B$–$D$, $C$–$D$, dan $D$–$E$. *Unsur khusus.* - $A$ adalah unsur terkecil, karena $A\prec_K v$ untuk setiap $v\neq A$. Menurut Proposisi 4.4.11, $A$ juga satu-satunya unsur minimal. - $E$ adalah unsur terbesar dan satu-satunya unsur maksimal. - Satu-satunya pasangan tak sebanding adalah $B\parallel C$. Bandingkan dengan Contoh 4.4.13, yang tidak memiliki unsur terkecil maupun terbesar. Keberadaan unsur terkecil adalah sifat poset tertentu, bukan sifat semua poset. **Contoh 4.4.23 (jadwal linear dan tingkat).** *Urutan pengerjaan linear* adalah daftar semua tugas di $V$, masing-masing tepat sekali, sedemikian sehingga $u\prec_K v$ selalu mengakibatkan $u$ muncul sebelum $v$. *Dua kandidat.* Daftar $A,B,C,D,E$ memenuhi syarat. Dengan posisi $1$ sampai $5$, setiap pasangan $(u,v)$ dari sembilan pasangan ketat memenuhi "posisi $u$ < posisi $v$": - $A$ (posisi 1) mendahului semuanya; - $B$ (posisi 2) dan $C$ (posisi 3) mendahului $D$ (posisi 4) dan $E$ (posisi 5); - $D$ mendahului $E$. Daftar $A,C,B,D,E$ juga memenuhi syarat dengan pemeriksaan yang sama. Pertukaran $B$ dan $C$ tidak melanggar apa pun karena $B\parallel C$. *Tidak ada urutan lain.* Kedua daftar ini adalah satu-satunya urutan yang memenuhi syarat. - $A$ harus mendahului keempat tugas lain, jadi $A$ berada di posisi $1$. - $E$ harus didahului keempat tugas lain, jadi $E$ berada di posisi $5$. - Posisi $2$ sampai $4$ diisi $B$, $C$, dan $D$. Karena $B\prec_K D$ dan $C\prec_K D$, tugas $D$ harus berada di posisi $4$. - $B$ dan $C$ mengisi posisi $2$ dan $3$ dalam salah satu dari dua urutan. *Tingkat.* Kelompokkan tugas menjadi $\{A\}$, $\{B,C\}$, $\{D\}$, $\{E\}$. Dalam setiap kelompok, tidak ada tugas yang menjangkau tugas lain dalam kelompok yang sama. Karena itu $B$ dan $C$ *boleh* dikerjakan sejajar, **bila** sumber daya memungkinkan. Relasi urutan hanya memberi izin kesejajaran. Relasi itu tidak menjamin bahwa sumber daya tersedia. *Perhitungan dengan hipotesis tambahan.* Misalkan berlaku **anggapan model** berikut, yang bukan bagian dari relasi: - setiap tugas memerlukan tepat satu satuan waktu; - sebuah tugas baru boleh dimulai setelah semua prasyaratnya selesai; - setiap pelaksana mengerjakan paling banyak satu tugas pada satu waktu, dan tugas tidak dipecah. Di bawah anggapan ini, kita peroleh tiga hasil berikut. - **Jadwal per tingkat dengan dua pelaksana.** $A$ dikerjakan pada satuan waktu ke-1, $B$ dan $C$ bersamaan pada ke-2, $D$ pada ke-3, dan $E$ pada ke-4. Semua tugas selesai pada akhir satuan ke-4. - **Batas bawah.** Rantai $A\prec_K B\prec_K D\prec_K E$ memaksa empat tugas dikerjakan berurutan. $A$ selesai paling cepat di akhir satuan ke-1, $B$ di akhir ke-2, $D$ di akhir ke-3, dan $E$ di akhir ke-4. Jadi tidak ada jadwal yang selesai sebelum akhir satuan ke-4, berapa pun banyak pelaksananya. Jadwal per tingkat mencapai batas tersebut. - **Dengan satu pelaksana.** Pelaksana itu mengerjakan paling banyak satu tugas per satuan waktu, sehingga lima tugas tidak dapat selesai sebelum akhir satuan ke-5. Kedua urutan linear di atas mencapai angka itu. Kesimpulan ini sepenuhnya bergantung pada anggapan durasi dan pelaksana di atas. Dengan durasi berbeda, biaya, atau batasan sumber daya lain, relasi $\preceq_K$ saja tidak menentukan jadwal terbaik. Unit ini tidak membuat klaim apa pun tentang optimisasi umum. **Contoh 4.4.24 (mengubah sisi).** Tetap gunakan $V$ dan $K$ dari Contoh 4.4.22. (a) *Menambah sisi berlebih.* Misalkan $K_1=K\cup\{(A,D)\}$. Tidak ada sisi di $K_1$ yang masuk ke $A$. Akibatnya, setiap lintasan yang memakai sisi $A\to D$ harus dimulai di $A$, sehingga lintasan baru hanyalah $(A,D)$ dan $(A,D,E)$. Keduanya hanya menghasilkan pasangan $(A,D)$ dan $(A,E)$, yang sudah ada. Siklus juga tidak mungkin melewati $A$, karena siklus yang melewati $A$ harus kembali ke $A$, padahal tidak ada sisi masuk ke $A$. Jadi setiap siklus di $K_1$ tidak memakai sisi $A\to D$ dan merupakan siklus di $K$, padahal $K$ tidak memuat siklus. Akibatnya $(V,K_1)$ tetap DAG dan ${\prec_{K_1}}={\prec_K}$. Poset keterjangkauannya **sama persis**. Sisi $A\to D$ bukan sisi Hasse, karena $B$ tetap menyela $A\prec_{K_1}B\prec_{K_1}D$. Diagram Hasse, sebagai gambar relasi penutup, tidak menyimpan sisi berlebih semacam ini. (b) *Menambah sisi balik.* Misalkan $K_2=K\cup\{(E,A)\}$. Maka $(A,B,D,E,A)$ adalah siklus. Menurut Proposisi 4.4.21(b), keterjangkauan tidak lagi irrefleksif, misalnya $A\prec_{K_2}A$. Lintasan $(A,B,D,E)$ dan $(E,A)$ memberi $A\prec_{K_2}E$ dan $E\prec_{K_2}A$ dengan $A\neq E$, sehingga antisimetri gagal, sesuai Proposisi 4.4.21(d). Graf $(V,K_2)$ **bukan** DAG, dan ${\prec_{K_2}}\cup\Delta_V$ **bukan** urutan parsial pada himpunan simpul $\{A,B,C,D,E\}$. *Batas klaim.* Kami tidak menyatakan bahwa setiap DAG memiliki simpul tanpa sisi masuk (sumber) atau tanpa sisi keluar (sink). Pada DAG kosong, misalnya, tidak ada simpul sama sekali. Untuk DAG berhingga dan tak kosong, pernyataan itu benar, tetapi buktinya memerlukan argumen keberhinggaan yang baru tersedia setelah induksi pada Bab 7. Hal yang sama berlaku untuk teorema umum bahwa setiap DAG berhingga memiliki urutan pengerjaan linear. Dalam contoh di atas, urutan seperti itu kami temukan dan periksa secara langsung. ### Latihan dan pembahasan **Latihan 4.4.25.** Misalkan $T=\{1,2,3,4,6,12\}$ dengan keterbagian. (a) Hitung banyak pasangan ketat. (b) Daftarkan semua pasangan penutup. (c) Tentukan unsur minimal, maksimal, terkecil, dan terbesar. (d) Daftarkan semua pasangan tak sebanding. *Pembahasan.* (a) Proposisi 4.4.3 berlaku karena semua unsur positif. Pasangan ketat dihitung menurut unsur bawahnya: - $1$ membagi kelima unsur lain; - $2\mid4,6,12$; - $3\mid6,12$; - $4\mid12$; - $6\mid12$. Jadi ada $5+3+2+1+1=12$ pasangan ketat. Pasangan berurutan $(a,b)$ lainnya dengan $a\ne b$ tidak termasuk relasi, karena alasan berikut: - jika $a>b$, maka $a\mid b$ mustahil menurut Proposisi 4.4.3; - $2\nmid3$, karena faktor bulat positif $1$ memberi $2$ dan faktor $\ge2$ memberi paling sedikit $4$; - $3\nmid4$, karena $3\cdot1<4<3\cdot2$; - $4\nmid6$, karena $4\cdot1<6<4\cdot2$. (b) Pasangan penutupnya adalah $$1\lessdot2,\quad 1\lessdot3,\quad 2\lessdot4,\quad 2\lessdot6,\quad 3\lessdot6,\quad 4\lessdot12,\quad 6\lessdot12.$$ Sebagai contoh pemeriksaan, untuk $2\lessdot6$ calon penyelanya adalah unsur yang habis dibagi $2$ dan membagi $6$, selain $2$ dan $6$. Pembagi $6$ lainnya di $T$ hanyalah $1$ dan $3$, dan keduanya tidak habis dibagi $2$. Lima pasangan ketat sisanya bukan penutup: - $1\prec4$ disela $2$; - $1\prec6$ disela $2$; - $1\prec12$ disela $2$; - $2\prec12$ disela $4$; - $3\prec12$ disela $6$. Jadi ada tujuh penutup dari dua belas pasangan ketat. (c) $1$ adalah unsur terkecil karena $1\mid b$ untuk setiap $b$. Menurut Proposisi 4.4.11, $1$ juga satu-satunya unsur minimal. Dengan cara yang sama, $12$ adalah unsur terbesar dan satu-satunya unsur maksimal. (d) Ada $\binom62-12=3$ pasangan tak sebanding, yaitu $2\parallel3$, $3\parallel4$, dan $4\parallel6$. Dalam diagram Hasse yang wajar, $3$ berada di tingkat kedua dan $4$ di tingkat ketiga. Titik $4$ lebih tinggi daripada $3$, tetapi tidak ada jalur naik dari $3$ ke $4$. Inilah contoh bahwa tinggi saja tidak menentukan perbandingan. **Latihan 4.4.26.** Misalkan $S'=\{1,2,3,6,12,18\}$ dengan keterbagian. Bandingkan dengan Contoh 4.4.13: apa yang berubah pada penutup, unsur minimal, dan unsur terkecil? *Pembahasan.* Penutup bertambah dua, yaitu $1\lessdot2$ dan $1\lessdot3$. Pasangan $1\prec6$, $1\prec12$, dan $1\prec18$ bukan penutup karena masing-masing disela $2$. Penutup lama $2\lessdot6$, $3\lessdot6$, $6\lessdot12$, dan $6\lessdot18$ tetap penutup. Penyela harus berada secara ketat di atas unsur bawah pasangan, sedangkan $1$ tidak berada di atas $2$, $3$, atau $6$. Jadi kini ada enam penutup. Unsur $2$ dan $3$ tidak lagi minimal karena $1\prec2$ dan $1\prec3$. Unsur $1$ adalah unsur terkecil, sekaligus satu-satunya unsur minimal. Di bagian atas tidak ada perubahan: $12$ dan $18$ tetap dua unsur maksimal yang berbeda, sehingga menurut Akibat 4.4.12 tidak ada unsur terbesar. Latihan ini menunjukkan bahwa menambah satu unsur dapat menciptakan unsur terkecil tanpa memengaruhi keberadaan unsur terbesar. **Latihan 4.4.27.** Seorang penulis mendefinisikan "$y$ menutupi $x$" sebagai: $x\preceq y$ dan tidak ada $z\in S$ dengan $x\preceq z\preceq y$. Tunjukkan bahwa menurut definisi ini, dalam poset apa pun, tidak ada pasangan $x,y$ dengan $y$ menutupi $x$. *Pembahasan.* Misalkan $x\preceq y$. Ambil $z=x$. Refleksivitas memberi $x\preceq x$, dan hipotesis memberi $x\preceq y$. Jadi ada $z$ dengan $x\preceq z\preceq y$, sehingga syarat "tidak ada $z$" gagal. Jika $x\not\preceq y$, syarat pertama sudah gagal. Dalam kedua kasus, $y$ tidak menutupi $x$, sehingga relasi penutup menurut definisi ini selalu kosong. Definisi yang benar (Definisi 4.4.14) memakai $x\prec z\prec y$, sehingga kedua ujung dikecualikan. **Latihan 4.4.28.** Misalkan $X=\{1,2\}$ dan perhatikan poset $(\mathcal P(X),\subseteq)$. Daftarkan unsur-unsurnya, pasangan penutupnya, pasangan tak sebanding, serta unsur minimal, maksimal, terkecil, dan terbesar. Uraikan diagram Hasse-nya dengan kata-kata. *Pembahasan.* Unsurnya ada empat: $\varnothing$, $\{1\}$, $\{2\}$, dan $X$. Tulis $A\subsetneq B$ untuk bagian ketat dari $\subseteq$, yaitu $A\subseteq B$ dan $A\neq B$. Pasangan ketat ada lima: - $\varnothing\subsetneq\{1\}$, $\varnothing\subsetneq\{2\}$, $\varnothing\subsetneq X$; - $\{1\}\subsetneq X$, $\{2\}\subsetneq X$. Pasangan $\varnothing\subsetneq X$ disela $\{1\}$, sehingga bukan penutup. Empat pasangan lainnya adalah penutup. Sebagai contoh, penyela untuk $\varnothing\subsetneq\{1\}$ harus berupa himpunan bagian sejati tak kosong dari $\{1\}$, dan tidak ada himpunan seperti itu. Satu-satunya pasangan tak sebanding adalah $\{1\}\parallel\{2\}$, karena $1\in\{1\}$ tetapi $1\notin\{2\}$, dan sebaliknya untuk $2$. $\varnothing$ adalah unsur terkecil, karena $\varnothing\subseteq A$ untuk setiap $A$. $X$ adalah unsur terbesar. Menurut Proposisi 4.4.11, keduanya juga satu-satunya unsur minimal dan satu-satunya unsur maksimal. Diagram Hasse-nya berbentuk belah ketupat. $\varnothing$ berada di bawah, $\{1\}$ dan $\{2\}$ sejajar di tengah, dan $X$ di atas. Ada empat ruas: $\varnothing$–$\{1\}$, $\varnothing$–$\{2\}$, $\{1\}$–$X$, dan $\{2\}$–$X$. **Latihan 4.4.29.** Buktikan bahwa dalam poset terurut total, setiap unsur minimal adalah unsur terkecil. Simpulkan bahwa poset total memiliki paling banyak satu unsur minimal. *Pembahasan.* Misalkan $m$ minimal dan $y\in S$. Karena urutannya total, $m\preceq y$ atau $y\preceq m$. - Jika $m\preceq y$, selesai. - Jika $y\preceq m$ dan $y\neq m$, maka $y\prec m$, bertentangan dengan minimalitas $m$. - Jika $y=m$, maka $m\preceq y$ menurut refleksivitas. Dalam setiap kasus $m\preceq y$, jadi $m$ terkecil. Jika $m$ dan $m'$ keduanya minimal, keduanya terkecil, sehingga $m=m'$ menurut Proposisi 4.4.10. Contoh 4.4.13 menunjukkan bahwa hipotesis "total" diperlukan: $2$ dan $3$ keduanya minimal, tetapi tak satu pun terkecil. **Latihan 4.4.30.** Tunjukkan bahwa dalam $(\mathbb Q,\le)$, untuk $x0$, kelas $[0]=[m]$ akan berelasi dengan dua bilangan berbeda, $0$ dan $m$. Bab 5 menjadikan sifat tersebut definisi *fungsi*. Di sana dibahas grafik fungsi sebagai himpunan pasangan, domain dan kodomain, injeksi dan surjeksi, serta peta maju dan peta balik. Dengan bahasa itu, pemeriksaan kesahan aturan pada kuosien dapat dibaca ulang sebagai pemeriksaan apakah suatu relasi memang fungsi. Daftar berhingga, yang dalam unit ini dipakai secara informal untuk lintasan dan urutan pengerjaan, memperoleh rumusan formalnya sebagai fungsi pada himpunan indeks. ## Rujukan Bab 4 [R4-1] Richard Hammack. *Book of Proof*, edisi ketiga. Bagian 11.4 dan awal 11.5, halaman cetak 215–218. https://richardhammack.github.io/BookOfProof/Main.pdf [R4-2] Alexander Brandt. *Discrete Structures for Computing*, bagian 2.2, "Relations". https://www.csd.uwo.ca/~abrandt5/teaching/DiscreteStructures/Chapter2/relations.html [R4-3] Alexander Brandt. *Discrete Structures for Computing*, bagian 7.2, "Directed Graphs". https://www.csd.uwo.ca/~abrandt5/teaching/DiscreteStructures/Chapter7/directedgraphs.html